Panitia Sebut, Pungutan Sertifikat Tanah di Mekar Rahayu Sudah Sesuai Perdes


Kota, Koran Sumedang
Menanggapi pemberitaan Koran Sumedang Online yang tayang pada (2/1/2019), terkait adanya keluahan salah seorang warga Desa Meka Rahayu Kecamatan Sumedang Selatan perihal sertifikat tanah yang ditahan oleh pihak desa, padahal sudah dibagikan secara gratis oleh Bupati Sumedang di kantor IPP secara langsung beberapa waktu lalu, yang berujung adanya berbagai pungutan untuk menebusnya.
Melalui klarifikasi yang dituangkan dalam bentuk surat resmi tertanggal 2 Februari 2019 dari Panitia Redistribusi perkebunan Eks kareumbi Kecamatan Sumedang Selatan Desa mekar Rahayu, yang ditandatangan langsung oleh Pj. Kepala Desa Mekar Rahayu Hadiat Gunawan, SAP, dan Ketua Panitia Nono Sujana.
Dalam suratnya panitia membenarkan bahwa setelah sampai dirumah, sertifikat tersebut diminta kembali oleh panitia bukan oleh perangkat desa dengan alas an sertifikat tersebut akan di fhoto copy dengan tujuan untuk pengajuan pembuatan Registrasi Buku Leter C Desa, NJOP, dan SPPT.
“Dan tidak ada warga yang datang ke Kantor Desa untuk meminta sertifikat tanahnya, bahwa tanah dalam proses sertifikasi itu dikenakan biaya Rp 25 ribu perbata. Sementara untuk kelebihan tanah yang dimiliki oleh warga Rp 250 ribu perbata sesuai dengan Perdes Desa Mekar Rahayu Nomor 3 Tahun 2018 tentang Pengajuan Redistribusi Tanah Negara Bekas Perkebunan Kareumbi dan Kesepakatan bersama melalui musyawarah di tingkat RW maupun tingkat desa, dan itu semuanya ada bukti yang abash dan berkekuatan hokum,” ungkap klarifikasinya.**[Dady]

Share on Google Plus

About Redaksi Korsum

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment