Pembacok Jamaah di Mesjid Miftahul Falah Dipastikan Alami Gangguan Jiwa

Kota, KORAN SUMEDANG
K alias EA Pelaku pembacokan terhadap Masikin Warga Desa Sindangsari Kecamatan Sukasari yang sedang melakukan Shalat Isya di Masjid Miftahul Falah, dipastikan memiliki ganguan kejiwaan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kapolres Sumedang AKBP Hartoyo bahwa,  tersangka memiliki gangguan kejiwaan, saat melakukan penganiayaan hingga korban Masikin hingga korban meninggal dunia seketika di dalam Masjid Miftahul Falah.

"Peristiwanya terjadi pada hari Kamis (14/2) kemarin sekira pukul 19.30 WIB, saat itu korban sedang melaksanakan sholat Isya berjamaah, tiba tiba tersangka EA datang dari arah belakang korban melalui pintu sebelah kiri masjid kemudian menebaskan sebilah kapak ke bagian kepala korban sebanyak dua kali kemudian, korban seketika terjatuh dengan bersimbah darah dan meninggal dunia seketika," ujarnya pada sejumlah wartawan di Mapolres Sumedang, Jum'at (15/2).

Lebih lanjut Kapolres mengatakan, walaupun alasan tersangka melakukan aksinya tersebut disebabkan ada dendam pribadi, tetapi tersangka dipastikan mengidap gangguan jiwa.

"Tersangka memiliki rekam jejak kesehatan dengan gangguan kejiwaan dan sedang dalam tahap penyembuhan. Akan tetapi kasus ini akan diteruskan hingga ke persidangan. Dan atas perbuatannya tersangka dijerat pasal 340 KUHP atau pasal 351 ayat 3 dengan ancaman penjara seumur hidup. Sementara itu barang bukti yang berhasil diamankan yaitu, satu bilah kapak, satu buah kopiah warna hitam dan sarung warna biru. selain itu, sejumlah saksi saksipun telah dimintai keterangan termasuk dokter ahli jiwa yang menangani proses pengobatan tersangka EA." tegasnya

Sementara itu ditempat yang sama, Dokter Spesialis Jiwa, Junaedi Sukanda meyakinkan kepada awak media dengan menunjukkan rekam jejak catatan kesehatan EA, mengingat, tersangka merupakan salahsatu pasiennya yang tengah mendapatkan perawatan.

"Pengakuan EA memang sering mangalami hal hal aneh terkadang ada bisikan bisikan atau halusinasi agar dia melakukan sesuatu. bisa saja aksi yang dilakukan dengan dalih ada bisikan ataupun selainnya," ucapnya

Junaedi juga menegaskan, tersangka sudah mengalami ganguan jiwa dari empat tahun ke belakang. Dan selama ditangani tersangka mengalami kecurigaan yang berlebihan. Akan tetapi pada bulan Juni 2018 tersangka berobat kembali, dan Hasil diagnosa terakhir tersangka mengalami halusinasi dan ada bisikan bisikan di telinganya.

"Bisikan bisikan ini justru yang lebih berbahaya lagi, karena dengan bisikan tersebut bisa dia lakukan. Dan setelah bulan Juni tersebut tersangka tidak ada berobat kembali. Dan pengakuan ke saya pada waktu sebelum melakukan pembacokan, dia mengaku ngobrol dengan seseorang," pungkasnya ** [Acep Shandy].
Share on Google Plus

About Macko

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment