Selingkuh Jadi Faktor Penyebab Penularan HIV AIDS Terbanyak

Kota, KORAN SUMEDANG
Angka selingkuh yang cukup tinggi mengakibatkan mudahnya penularan HIV AIDS. Karen Ibu Rumah Tangga (IRT) merupakan kedua paling tinggi kena HIV dan  angkanya tiga kali lipat dari Wanita Penjaja Sek (WPS).

"Harus diingat juga bahwa para suami itu selingkuhnya tinggi, IRT kedua paling tinggi kena HIV dan angkanya tiga kali lipat dari WPS.
Kelompok IRT, dapatnya dari mana kalau bukan dari suami?," ungkap Sekretaris Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Provinsi Jawa Barat, Imam Teja Rahmana, pada Korsum usai Rapat kerja dan evaluasi akhir Komisi Penanggulangan Aids Kab. Sumedang di Gedung Negara, Selasa (12/2).

Teja juga mengungkapkan bahwa, di Kabupaten Sumedang hubungan Laki Suka Laki (LSL) cukup tinggi. Karena sekarang tidak hanya berbasiskan homoseksual. Akan tapi kalau kami lihat itu banyak juga yang sudah berumah tangga juga LSL.

"Nah fenomena itu yang sekarang banyak dan menyebar, LSL itu heteroseksualnya lebih banyak. Dan yang banyak bergerak itu yang dulunya sama laki-laki, kemudian menikah. Contohnya Kasus penggerebekan yang di Jakarta, mereka yang kena razia itu yang memakai cincin. Biasanya mereka pelampiasan, selingkuh sama lelaki dianggap paling aman. Kemudian bisa melakukan traveling ke mana-mana. Jadi itu modus-modus yang sekarang muncul dan paling digemari. Justru ini yang berbahaya, baik mereka yang masih sekolah SMA atau mereka yang sudah menikah. Oleh karena itu premarita konsultasi itu penting untuk memastikan bahwa hubungan seks itu hanya laki-laki dan perempuan," tegasnya

Teja menambahkan, di Kabupaten Sumedang dinyatakan sebagai salah satu daerah yang mendapatkan perhatian khusus dari Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Provinsi Jawa Barat. Karena kalau dari percepatan Sumedang cukup cepat tiba-tiba.

"Sumedang dilihat dari HIV temuannya paling tinggi di Jawa Barat. Kalau Bogor, Bandung dari dulu tinggi. Ini jadi perhatian kami, terutama dari faktor penilaean melalui transmisi seksual, dari jarum suntik relatif terkendali. Dan yang harus dicermati, apakah karena ada perkembangan ekonomi baru, Jatigede, karena ini linear. Kemudian wilayah Jatinangor, di mana anak mahasiswanya banyak, apartement juga banyak. Nah ini biasanya kami sudah melihat ada beberapa yang mempengaruhi faktor itu," pungkasnya

Sebelumnya itu Kepala Sekretariat KPA Sumedang, dr. Reno Ernawati menyebutkan, secara kumulatif berdasarkan data tiga tahun terakhir yakni, pada 2016 kasus HIV AIDS di Sumedang mencapai 67 orang, sedangkan pada tahun 2017 naik menjadi 100 orang, hingga pada tahun 2018 ada 60 orang.

"Jika dijumlahkan dari tahun 2004 hingga 2018, kasus HIV AIDS mencapai 547 orang yang terinfeksi, 66 diantaranya meninggal dunia. Sedangkan untuk dominan usianya yakni berada di usia produktif  20-40 tahun dan didominasi oleh LSL baik yang belum menikah maupun sudah menikah," tuturnya

Lebih lanjut, Retno mengatakan, pihaknya terus menekan jumlah kasus HIV AIDS dengan melibatkan seluruh stakeholder terkait. "Langkah yang kami laksanakan bersama stakeholder terkait diantaranya, akan terus berupaya menurunkan kasus baru terkait dengan HIV AIDS, menurunkan angka kematian karena AIDS dan menurunkan stigma serta diskriminasi kepada Orang Dengan HIV AIDS (ODHA)," pungkasnya ** [Acep Shandy].
Share on Google Plus

About Koran Sumedang

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment