Tanggapi Perusakan APK Caleg Demokrat di Desa Jambu, Bawaslu : Perusak APK Diancam Pidana 2 Tahun Penjara


Kota, KORAN SUMEDANG
Komisioner Bawaslu Kabupaten Sumedang Ade Sunarya mengingatkan, bahwa tidak diperbolehkan  dan tidak dibenarkan merusak Alat Peraga Kampanye (APK).

Menurutnya, bagi pelaku perusakan APK bisa diancam dengan Pelanggaran Pidana Pemilu. "Ancaman pidananya itu untuk kasus perusakan dan/atau penghilangan alat peraga kampanye melanggar Pasal 521 jo Pasal 280 ayat (1) huruf g Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum,” sebutnya.

 Masuk pada pelanggaran pidana pemilu, dengan sanksi pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan denda paling banyak Rp. 24.000.000,00 (dua puluh empat juta Rupiah).

“Kami berharap, peserta pemilu atau calon anggota legislatif tersebut menjadi pelapor dan melengkapi syarat formil dan materil," ujarnya, saat dihubungi Korsum, melalui telepon selulernya, Jumat (15/2).

Menurutnya, untuk pelaporan perusakan APK bisa saja di sampaikan oleh semua peserta pemilu. Namun demikian, harus disertakan dengan bukti-bukti dan syarat-syarat yang harus dipenuhi. Sehingga bisa ditindaklanjuti oleh Bawaslu.

"Perusakan APK ini kan bisa saja menyangkut caleg, partai, atau baliho capres-cawapres. Karena APK ini ada yang mandiri (Caleg) dan ada yang di Fasilitasi oleh KPU. Termasuk APK caleg DPD," jelasnya.

Ia menjelaskan, untuk menindaklanjuti laporan tersebut. Pihaknya (Bawaslu) memiliki waktu kerja selama 14 hari untuk mendalami laporan tersebut. Yang mana terdiri dari 7 hari untuk pemenuhan syarat-syarat, bukti-bukti dan saksi. Dan 7 hari lagi adalah waktu kerja Bawaslu.

"Waktu kerjanya 7 hari, dan 7 hari untuk pemenuhan bukti-bukti dan saksi-saksi," bebernya.

Lebih lanjut Ade Sunarya menjelaskan, sampai dengan saat ini pihaknya Belum menerima  laporan terkait dengan perusakan APK Maman Koswara dari Partai  Demokrat di Desa  Jambu Kecamatan Conggeang.

"Kami menunggu laporan secara resmi dari Saudara Maman Koswara tentang perusakan APK. Bawaslu Kabupaten Sumedang dan Sentra Gakkumdu (Penegakan Hukum Terpadu) siap menindaklanjuti dugaan pelanggaran pidana pemilu," tutupnya. 

Sebelumnya, Calon anggota DPRD Sumedang, Maman Koswara mengaku geram dengan tingkah oknum yang sudah merusak APK miliknya. Ia menduga ada kesengajaan perusakan oleh pihak tertentu.

“Saya sangat kesal dengan orang yang sudah merusak APK milik saya. Diduga ini dilakukan dengan sengaja oleh seseorang yang tidak bertanggungjawab. Saya meminta Bawaslu supaya menindak tegas terhadap siapapun yang sudah merusak APK saya,” jelasnya.

Lebih jauh Maman Koswara menjelaskan, bahwa APK-nya dirusak setelah baru satu malam dipasang didaerah Jambu Kecamatan Conggeang. “Hanya satu malam Baliho saya sudah ada yang merusak. Sekarang saya sedang mengumpulkan bukti,” sebutnya.**[F. Arif]

Posting Komentar

0 Komentar