Terapi Cuci Darah Lewat Perut disebut Lebih Nyaman Bagi Pasien

Kota, Koran Sumedang
Continous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) atau cuci darah lewat perut merupakan terapi guna meningkatkan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronis (GGK).

Dialisis ini mengandalkan fungsi perut sebagai penyaring alami. Cairan pada CAPD bantu membersihkan darah dari hasil metabolisme serta membuang racun dan cairan yang tak dibutuhkan tubuh, ketika ginjal sudah tak berfungsi normal.

"Selama ini penderita gagal ginjal tidak selalu tergantung pada mesin haemodialisa atau cuci darah. Silaturahmi CAPD Projects Kemenkes. Rsud Sumedang merupakan satu dari lima Rumah sakit se Indonesia yang di jadikan percontohan bagi pnderita gagal ginjal." jelas Direktur RSUD Dr. H. Hilman Taufik melalui Humas Iman Budiman kepada Korsum.net Sabtu (15/2/2019).

Dikatakan, CAPD adalah terapi alternatif bagi pasien gagal ginjal kronis, selain Hemodialisis (HD) dan transplantasi ginjal.

Metode ini juga disebut lebih hemat biaya, mengingat dialisis menempati posisi kedua tertinggi dari penyakit yang ditanggung BPJS Kesehatan dengan nilai Rp. 4,6 triuliun di 2018.

'CAPD lebih prktis, hemat  biaya dan pasien bisa melayani secara mandiri tata cara pengelelolaan cuci darah dan tentunya di lakukan terlebih dahulu training oleh team medis Instalasi Ginjal Terpadu Rsud Sumedang.Pembekalan Materi gagal gnjal oleh dr. Andri Mulya SppD dan program ini sudah berjalan sejak Juli 2018." Paparnya.

Lebih  jauh  ia  menjelaskan pasien dan keluarga akan lebih nyaman dan praktis karena peralatan CAPD di bawa dan di kelola secara mandiri.

Sementara untuk saat ini jumlah pasien yang telah terpasang CAPD sejumlah 14 pasien," pungkasnya**(Fathul)
Share on Google Plus

About Redaksi Korsum

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment