Tinggal Menunggu Waktu Rumah Atin Akan Roboh Karena Sudah Rapuh

Sumsel, Koran Sumedang.
Setelah meninggal neneknya Tuti (75 th, Alm) otomatis rumah tersebut yang sudah lapuk dimakan usia itu didiami oleh cucunya Atin Supriatin (25th) dan Suaminya Yudi (32th) kerjanya sebagai buruh bangunan yang tinggal di gang At-Taufik Lingkungan Kebon Kol Rt.02 Rw.03 Kelurahan Regol Wetan Kecamatan Sumedang Selatan.

Pantauan Koran Sumedang bahwa rumah Atin yang berukuran Panjang 6 meter dan lebar 5 meter tersebut sudah sangat tidak layak untuk di huni, ketika hujan datang sudah dipastikan air hujan tumpah kedalam rumah karena genteng pada bocor, kayu kayuan sudah rapuh dimakan rayap, sehingga di khawatirkan akan roboh, yang paling miris Atin memiliki dua anak yang masih balita.

Dikonfirmasi Koran Sumedang Atin Supriatin mengatakan setiap hari dirinya dan anak anak nya serta suaminya merasa terancam, karena langit langit rumah sudah tidak ada, kayu sebagai penyanggapun sudah rapuh.

“Yang paling ngeri kalau hujan dimalam hari, Abdi sareng barudak teu tiasa bobo, margi banjir. Pami caroge dameulna sok teubih, dameul di proyek buruh bangunan, lebet bumi pinuh ku cai hujan, bade Tiasa Bobo kumaha?,”keluhnya saat dikonfirmasi Rabu (20/2) di kediamannya.

Harus kemana, kata Atin. Dirinya meminta bantuan, karena melihat kondisi rumahnya sepeninggal neneknya sudah tidak bisa di pelihara atau diperbaiki karena kondisi ekonominya pun sangat pas pasan, hasil dari kuli bangunan hanya cukup untuk biaya makan saja.**[Dady].
Share on Google Plus

About Redaksi Korsum

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment