Tingkat Percepatan Penderita HIV AIDS di Sumedang Berada Dilevel Sangat Cepat

Kota, KORAN SUMEDANG
Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Provinsi Jawa Barat mengakui pergerakan HIV Aids di Kabupaten Sumedang berkembang semakin cepat. Hal tersebut diakibatkan oleh berkembangnya tempat pariwisata, dan yang lebih parah perkembangan tersebut terjadi di usia produktif.

Hal tersebut diungkapkan oleh,
Sekretaris KPA Provinsi Jawa Barat, Imam Teja Rahmana bahwa, Sumedang bukan penyumbang terbesar penderita HIV di Jawa Barat, akan tetapi harus diakui bahwa percepatannya dari tahun ke tahun semakin meningkat. Salah satu faktor penyebab tingginya percepatan penderita HIV, yaitu penularan transisi seksual ditengah tumbuh kembangnya Pariwisata.

"Kalau Bandung, Bogor, Bekasi dan Kabupaten Bogor itu dari dulu angkanya tinggi. Tapi sumedang dilihat dari percepatan cukup cepet dan menjadi perhatian kita. Karena ketika tempat wisata berkembang dengan linear, jadi cepat pergerakannya, kan wisatawan pasti akan bersentuhan dengan masyarakat disini. Bisa saja wisatawan yang notabene terjangkit tiba-tiba menular di kawasan itu. Seperti di Sumedang kemungkinan dengan adanya Waduk Jatigede atau yang lain," ujarnya saat dikonfirmasi sejumlah wartawan usai menghadiri Rapat kerja dan evaluasi akhir Komisi Penanggulangan Aids Kab. Sumedang di Gedung Negara, Selasa (12/2).

Lebih lanjut Imam mengatakan,
terutama di kawasan Jatinangor dimana dengan adaptasi yang banyak dan apartemen yang terus berkembang. Dan  Kecamatan Cimanggung, juga disebut merupakan penyumbang terbesar jumlah penderita.

"Dengan banyaknya perantau baik para pekerja maupun mahasiswa. Serta ditunjang  juga dengan apartemen yang berjejer. Disitu kita inventarisir ternyata banyak titik titik yang mempengaruhi penularan HIV Aids," ungkapnya.

Secara kumulatif di Jawa Barat, lanjutnya lagi, angka tertinggi penderita itu Ada pada karyawan swasta (non  pemerintah). Sedangkan yang kedua adalah Ibu Rumah Tangga dan terkahir kata Imam adalah para Laki Suka Laki (LSL).

"Yang harus diingat juga para suami yang suka selingkuh itu angkanya tinggi. Karena ibu rumah tangga itu kelompok kedua paling tinggi penderita HIV dari PSK. Jadi ibu rumah tangga ini tertular dari suaminya yang doyan Jajan diluar," tuturnya

Kendati demikian, tambah Imam, para penderita HIV AIDS di Kabupaten Sumedang bisa terpetakan. Sehingga bisa lebih mudah menjangkaunya.

"Berbeda dengan kabupaten Bandung yang sudah sulit dijangkau karena tidak bisa dipetakan. Di Sumedang itu bisa kita petakan sepeti tadi di Wilayah Kecamatan Jatinangor, Cimanggung dan tempat lainnya," pungkasnya

Sementara itu Kepala Sekretariat KPA Sumedang, dr. Reno Ernawati menyebutkan, secara kumulatif berdasarkan data tiga tahun terakhir yakni, pada 2016 kasus HIV AIDS di Sumedang mencapai 67 orang, sedangkan pada tahun 2017 naik menjadi 100 orang, hingga pada tahun 2018 ada 60 orang.

"Jika dijumlahkan dari tahun 2004 hingga 2018, kasus HIV AIDS mencapai 547 orang yang terinfeksi, 66 diantaranya meninggal dunia. Sedangkan untuk dominan usianya yakni berada di usia produktif  20-40 tahun dan didominasi oleh LSL baik yang belum menikah maupun sudah menikah," tuturnya

Lebih lanjut, Retno mengatakan, pihaknya terus menekan jumlah kasus HIV AIDS dengan melibatkan seluruh stakeholder terkait.

"Langkah yang kami laksanakan bersama stakeholder terkait diantaranya, akan terus berupaya menurunkan kasus baru terkait dengan HIV AIDS, menurunkan angka kematian karena AIDS dan menurunkan stigma serta diskriminasi kepada Orang Dengan HIV AIDS (ODHA)," pungkasnya ** [Acep Shandy].
Share on Google Plus

About Koran Sumedang

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment