Sumut, KORAN SUMEDANG
Entah ada indikasi berebut kepentingan apa, sehingga SDN Sukawaning di Desa Mekar Jaya Kecamatan Sumedang Utara sampai saat ini belum juga pindah ke tempat yang baru, malah kondisi SDN tersebut sekarang ini berada di tengah tengah jalan desa baru yang dibangun oleh pihak tol, namun belum rampung jalan itu dibangun karena terkendala bangunan SD.

Diwawancarai salah satu orang tua siswa SDN Sukawening yang meminta namanya tidak disebutkan mengatakan bahwa sangat kawatir dengan kondisi di sekolah SDN Sukawening itu karena bangunan yang tidak diperbaiki ditambah pembangunan jalan tol sangat dekat dengan sekolahan.

“Pembangunan jalan tol di Desa Mekar Jaya sangat dekat sekali dengan SDN Sukawening, otomatis hilir mudik kendaraan besar pengangkut material lalu-lalang, ditambah lagi kondisi bangunan sekolah sudah tidak layak untuk kegiatan ngajar mengajar,”ungkap sumber saat dikonfirmasi Koran Sumedang Jumat (29/3).
   
Ia mengatakan, aneh sekali, seharusnya pembebasan untuk jalan tol itu diprioritaskan untuk bangunan sekolah, kenyataannya justru terbalik hanya tinggal sendirian bangunan sekolah di tengah tengah jalan desa baru.

“Apa kendalanya?, apa tidak Kasian anak anak murid?, bangunan rumah warga sudah semuanya pindah, lalu ada apa dengan bangunan sekolah SDN Sukawening? mau sampai kapan persoalan ini diselesaikan? Kemana pemerintahan?,”tanya sumber.

Dilain tempat dikonfirmasi Koran Sumedang salah satu guru di SDN Sukawening Wahyu menjelaskan bahwa pihak sekolahpun bingung, rapat dengan Desa Mekar Jaya dan Dinas Pendidikan sudah dilaksanakan, namun, sampai saat ini belum ada kepastian kapan sekolah pindah.

“Bukannya kami tidak mau merehab bangunan sekolah, namun, kondisi sekolahnya yang belum ada kepastian pindahnya kemana, setiap di laporkan ke Dinas data dapodiknya selalu tidak masuk karena memang kondisi sekolah masa transisi, yang akhirnya sudah kurang lebih dua tahun ini sekolah SDN Sukawaning tidak tersentuh bantuan,”jelas Guru Wahyu.
   
Pernah ada informasi, kata Wahyu, bahwa sudah ada lahan untuk bangunan sekolah, namun sampai saat ini malah menghilang tidak ada lanjutannya.
   
“Musim hujan becek dan jareublok sama tanah merah ditambah atap sekolah sudah mulai pada bocor, musim kemarau debu nya luar biasa sampai mengganggu pernapasan anak murid kami saking debu berlebihan pisan, sangat mengganggu kegiatan ngajar mengajar belum tingkat kebisingan kendaraan besar,”keluhnya.**[Dady]