Kota, KORAN SUMEDANG
Polres Sumedang berhasil membekuk para pelaku pencurian dengan kekerasan (Curas) yang berujung maut dengan korban JF alias Jufri (44) warga Rawamangun Jakarta yang jasadnya dibuang di daerah Tanjung Medar Sumedang.

Menurut Kapolres Sumedang AKBP Hartoyo S.I.K didampingi Kasat Reskrim AKP Dede Iskandar mengatakan, pengungkapan kasus berawal dari ditemukanya korban Jufri yang tegeletak dipinggir jalan di daerah Tanjung Medar. Awalnya korban dikira orang mabuk dan menjadi kewajiban Polisi, membawanya ke rumah sakit. Dan setelah dirawat di rumah sakit selama 3 (tiga) hari, akhirnya korban meninggal

“Setelah (korban) meninggal saat di observasi, disitu baru ketahuan jika ada usus yang membusuk akibat bakteri, dari situlah baru terungkap jika Jufri merupakan korban penganiayaan,” ucapnya kepada sejumlah wartawan saat jumpa pers di Mapolres Sumedang.
Senin (25/3).

Lebih lanjut Kapolres mengatakan, curas berujung maut tersebut, berawal dari adanya cinta segitiga antara pelaku Dian (Perempuan) dan korban Jufri, sementara Dian pun diam–diam menjalin asmara dengan Gufron yang merupakan otak pelaku curas yang berujung maut tersebut.

“Korban emosi, dan ia mengancam akan menyebarkan poto tak senonoh Dian kepada orang lain.
Saat memergoki Dian sedang bercinta dengan Gufron. Sejak itu maka Dian dan selingkuhanya Gufron merencanakan untuk memancing Jufri yang tinggal di Jakarta, maka dibantu 3 (tiga) teman pelaku lain, Joni, Andri dan Marbun, mereka berlima pergi ke Kampung Rambutan untuk memancing Jufri untuk bertemu," tuturnya

Masih kata Kapolres, Dian berhasil memancing korban Jufri, dan mereka pun bertemu di Kampung Rambutan, sejak di Kampung Rambutan itulah hingga perjalanan ke Sumedang (Tanjung Medar) Jufri mendapat tindak kekerasan dan akhirnya meninggal dunia.

"Keempat pelaku, dijerat dengan pasal berlapis, yaitu pasal 365 ayat (4) KUHP, ancaman hukuman 20 tahun penjara, atau Pasal 338 KUH Pidana ancaman hukuman 15 tahun penjara, atau Pasal 170 ayat (2) ke (3) KUHPidana ancaman hukuman 12 tahun penjara, atau Pasal 351 ayat (3) KUHPidana dengan ancamaman hukuman 7 tahun penjara," ujarnya

Kapolres juga menambahkan, para tersangka ditangkap di rumahnya masing–masing dan satu tersangka lagi MLG Alias Marbun kini sedang dalam pencarian dan identitasnya sudah diketahui.

"Sementara untuk barang bukti yang berhasil diamankan 1 unit kendaraan roda empat jenis Terios warna hitam berikut STNK dan kunci kontaknya, 3 buah dompet besar/tas tangan warna coklat yang berisi 2 dompet, buku tabungan BNI dan ATM Bank Mandiri serta KTP Korban dan 1 buah Hp Andromax warna hitam milik korban," tandasnya**(acep)