Melalui Pendidikan Politik Pemilih Disabilitas Harus Menjadi Pemilih yang Cerdas

Kota, KORAN SUMEDANG
Jelang dilaksanakan Pemilihan Umum 2019. Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sumedang, gencar melakukan sosialisasi mengenai Pemilu. Salah satunya melakukan pendidikan politik bagi penyandang disabilitas dan pemilih marjinal.

Menurut Kepala Kesbangpol Kabupaten Sumedang, Yayah Rohayah Atang mengatakan, sebagaimana diamanatkan dalam UU No 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Penyelenggaraan pendidikan politik ini merupakan suatu hal yang wajib dilakukan oleh Pemerintah. Dan pada kesempatan ini kita berikan pendidikan politik bagi penyandang disabilitas dan pemilih marjinal.

"Setelah sebelumnya kita menyelenggarakan pendidikan politik bagi pemilih pemula dan pemilih muda. Saat kita memberikan pendidikan politik terhadap pemilih disabilitas dan pemilih marjinal. Jadi melalui kegiatan ini, mereka di didik menjadi pemilih yang Cerdas," ujarnya saat dikonfirmasi Korsum, usai kegiatan Pendidikan Politik, di Hotel Handayani, Jumat (1/2)

Adapun jumlah pemilih disabilitas di Kabupaten Sumedang, lanjut Yayah, bahwa hasil Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP) tahap kedua, terdapat 1644 pemilih disabilitas yang tersebar di Kabupaten Sumedang.

"Tadi sudah dijelaskan secara teknis bagaimana cara memilih pada Pemilu 2019 di TPS. Dan untuk mendukung itu kita sudah hadirkan nara sumber dari KPU dari Kasubdit Pendidikan Politik  Direktorat Poldagri Ditjen Polpum Kementerian Dalam Negeri," tuturnya

Yayah juga berharap, dengan pendidikan politik ini, diharapkan para pemilih disabilitas dan pemilih marjinal menjadi pemilih yang cerdas dan asal pilih.

"Disini kita didik mereka bagaimana mencari tahu, cara memilih Presiden dan wakil presiden dan para caleg yang sudah ditetapkan oleh KPU. Alhamdulillah mereka antusias mengikuti kegiatan ini. Dan diharapkan nanti pada waktu hari H pencoblosan. Merek bisa datang untuk menggunakan hak pilihnya," tandasnya

Kegiatan Pendidikan Politik ini mendapatkan apresiasi dari Kasubdit Pendidikan Politik  Direktorat Poldagri Ditjen Polpum Kementerian Dalam Negeri, Cahyo Ariawan, SH, MM.

"Kami sangat mengapresiasi langkah langkah yang sudah diambil Pemda Sumedang melalui Kesbangpol. Hal ini hal yang positif dan itu sudah sesuai dengan yang diatur dalam UU No 7 Tahun 2017. Khususnya pada pasal 434 dimana pada pasal tersebut disebutkan di mana Pemerintah Daerah wajib memberikan bantuan dan fasilitas untuk kelancaran penyelenggaraan Pemilu, salah satunya sosialisasi dan pendidikan politik bagi pemilih," ujarnya

Sementara untuk penyandang disabilitas, lanjut Cahyo, merupakan salah satu prioritas bagi pemerintah dalam bagaimana   partisipatif bagi penyandang disabilitas. Dimana kita harus memberikan sosialisasi terhadap mereka, bagaimana mekanisme pelaksanaan Pemilu Serentak 2019.

"Karena ada keterbatasan, merekalah yang menjadi prioritas kita untuk bisa melakukan saluran saluran aspirasi pada pemilu serentak 2019. Dan mereka harus diberikan fasilitas khusus saat melakukan pencoblosan nanti. Dan yang harus kita ingat, kelancaran Pemilu Serentak ini merupakan tugas kita bersama," tandasnya. **[Acep Shandy]
Share on Google Plus

About Redaksi Korsum

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment