Cisitu, Koran Sumedang
Menteri Pariwisata (Menpar) RI, Dr. Ir. Arief Yahya, M.Sc., hadiri kegiatan Hardfest Pesona Jatigede sekaligus melakukan penyerahan bibit ikan sebanyak 5 juta ekor secara simbolis untuk ditebar di waduk Jatigede, Sabtu (23/3/2019).

Menpar mengatakan penebaran benih ikan tersebut sebagai restocking sebagai bahan mata pencaharian penduduk sekitar.

"Tahun lalu benih ikan yang ditebar mencapai 23 juta ekor lebih , jadi ditambah dengan sekarang jumlahnya sudah sekitar 28, juta ekor," tuturnya.

Dia menargetkan tahun ini jumlah ikan yang ditebar mencapai angka 30 juta ekor, selanjutnya setiap tahun akan dilakukan tambahan stok sebanyak 5 juta ekor.

Adapun benih yang ditebar merupakan berbagai jenis ikan endemik perairan umum dan sungai, seperti lalawak, tamakang, tawes, kancra, sepat, nila dan ikan lainnya.

"Kalau lele tidak ditanam, karena pasti ada dengan sendirinya. Pokoknya yang ditanam ikan yang satu sama lain bersahabat, kalau ikan kanibal tidak ditanam," ujarnya.

Penebaran benih ikan di Jatigede lanjutnya ditujukan supaya masyarakat sekitar mempunyai mata pencaharian baru, yakni menangkap ikan juga supaya tidak ada keramba seperti di waduk lain.

"Tidak boleh ada keramba, makanya kami ganti dengan penebaran benih tiap tahun supaya masyarakat bisa menangkapnya," ujarnya.

Selain itu, kedepan waduk Jatigede juga akan dijadikan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata, sehingga selain menjadi nelayan, masyarakat sekitar juga bisa mendapat penghasilan dari jasa pariwisata.

"Sekarang sedang dicari spot-spot untuk tempat pariwisatanya.
Kami ingin event Hardfest Pesona Jatigede dijadikan kalender nasional dan dilaksanakan setiap tahunnya sebab, seperti yang saya lihat tadi, dengan dimeriahkan penampilan sejumlah seni budaya asli Sumedang seperti, atraksi kuda renggong, jaipongan dan yang lainnya menjadi daya tari tersendiri khususnya dalam ke pariwisataan di Sumedang," ucapnya.

Olehsebab itu, sambung Menpar, pada tahun 2020 nanti, dirinya akan ikut membantu memeriahkan apabila acara tersebut kembali di laksanakan.

"Tak hanya itu, saya ingin Jatigede kedepan menjadi destinasi wisata kelas dunia yang dikemas dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata di Indonesia," ucapnya.

Namun demikian, dirinya menyarankan pada Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir agar Jatigede segera di jadikan KEK Pariwisata. "Dengan begitu, pembangunan infrastruktur di kawasan itu akan sangat pesat seperti halnya yang terjadi di Danau Toba, Tanjung Layang, Tanjung Lesung dan tempat wisata lainnya di Indonesia," katanya.

Menpar meyakini, apabila kawasan Jatigede sudah menjadi KEK maka, pariwisata di Sumedang seketika akan berkembang sangat pesat. "Begitu juga dengan persiapan Sumber Daya Manusia (SDM), di kawasan Jatigede ini, terdapat empat desa yang akan dijadikan desa wisata guna mendukung KEK," terangnya.

Sementara itu, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menjelaskan, bahwa kegiatan tersebut diwarnai dengan berbagai kegiatan yakni, adventure trail yang diikuti oleh 3.000 peserta, penanaman bibit pohon, penebaran benih ikan, penampilan 300 ekor kuda renggong berikut pengiring nya sebanyak 900 orang, 20 stand bazzar kuliner dan cinderamata unggulan Kabupaten Sumedang serta bazzar Pedagang Kaki Lima (PKL) yang melibatkan warga setempat.

"Selain anggota Komisi X DPR RI, Ratih Sanggarwati, turut hadir dalam kesempatan itu, Kapolres Sumedang AKBP Hartoyo, Dandim 0610 Sumedang Letkol Arh. Novianto Firmansyah dan sejumlah pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumedang," terangnya.**(F. Arif)