Perempuan Harus Berperan Penting dalam Berbagai Aspek

Kota, KORAN SUMEDANG
Peran perempuan memang sangat berperan penting dalam kancah perpolitikan di Indonesia. Dan Pemerintah memberikan ruang pada perempuan untuk terlibat dalam konteks pemilu, yang diatur dalam UU No 12 tahun 2003 Tentang Pemil dan Peraturan KPU Nomor 20 Tahun 2018 pasal 6 bahwa daftar calon wajib memuat keterakilan perempuan paling sedikit 30 persen di setiap dapil.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumedang, Ogi Ahmad Fauzi bahwa, saat ini pemerintah sudah memberikan ruang bagi para perempuan untuk terlibat dalam konteks politik. Dan saat ini pemerintah Indonesia mulai menerapkan affirmative action (tindakan afirmatif) untuk menaikkan keterwakilan perempuan dalam politik.

"Jadi di UU sudah mengakomodir 30 persen keterwakilan perempuan. Dan itu juga merupakan salahsatu syarat yang harus dipenuhi oleh Partai politik untuk memenuhi 30 persen perempuan. Sehingga kesadaran dan kapasitas politik perempuan perlu terus ditingkatkan. Sehingga ketika duduk di lembaga legislatif dapat memberikan kontribusi terhadap perubahan arah kebijakan yang mampu mendorong peningkatan partisipasi politik perempuan," ujarnya saat dikonfirmasi Korsum, disela sela kegiatan Pendidikan Politik bagi Perempuan yang diselenggarakan oleh Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sumedang, di Hotel Handayani, Sabtu (2/3).

Lebih lanjut, Ogi mengatakan, di tahun politik ini peran perempuan sangat menentukan untuk ikut berperan aktif serta mensukseskan pemilu 2019.

"Di kabupaten Sumedang sendiri jumlah pemilih perempuan merupakan pemilih terbanyak dibandingkan dengan pemilih laki laki, terdapat sekitar 433 ribu lebih pemilih perempuan. Dan melalui pendidikan politik ini diharapkan perempuan dapat mengetahui perannya dalam kancah perpolitikan," tandasnya

Sementara itu ditempat yang sama, Kepala Kesbangpol Kabupaten Sumedang, Yayah Rohayah Atang mengatakan, sebagaimana diamanatkan dalam UU No 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Penyelenggaraan pendidikan politik ini merupakan suatu hal yang wajib dilakukan oleh Pemerintah. Dan pada kesempatan ini kita berikan pendidikan politik bagi Perempuan.

"Alhamdulillah para peserta sangat antusias untuk mengikuti kegiatan Pendidikan Politik ini. Itu dilihat dari jumlah peserta yang membludak, dari total undangan yang kita berikan sekitar 175 orang, saat ini yang datang lebih dari 200 orang mengikuti. Dan para peserta ini merupakan perwakilan dari Ormas, Parpol, PKK dan GOW," ujarnya

Mengenai keterwakilan perempuan ini, lanjut Yayah, dari aspek regulasi bagaimana keterwakilan perempuan ini dalam berbagai hal, seperti dalam UU Partai Politik No 2 Tahun 2008 yang telah dirubah pada No 2 Tahun 2011.

"Keterwakilan perempuan ini sudah difasilitasi oleh negara, hanya tinggal pelaksanaan saja. Jadi perempuan harus siap dalam berbagai hal, termasuk kompetensi harus siap," tegasnya

Yayah berharap, dengan pendidikan politik ini, diharapkan para peserta dapat mengetahui peran perempuan seutuhnya. Sehingga bisa meningkatkan partisipasi perempuan.

"Saya berharap setelah diberikannya pendidikan politik ini, para peserta dapat mensosialisasikan kembali di lingkungannya" tandasnya

Seperti diketahui Kesbangpol Kabupaten Sumedang juga telah melaksanakan Pendidikan Politik terhadap pemilih pemula dan pemilih muda, pemilih disabilitas dan pemilih marjinal. Dan pada kesempatan terakhir memberikan Pendidikan Politik terhadap Perempuan yang di laksanakan di Hotel Handayani Jl. Prabu Gajah Agung, No 10 Kecamatan Sumedang Utara.** [Acep Shandy].
Share on Google Plus

About Macko

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment