TNI-Polri Pastikan Pemilu 2019 Berjalan Aman

Kota, KORAN SUMEDANG
Polres Sumedang, Kodim 0610/Sumedang dan Satpol PP, Linmas, Ormas, OKP mengadakan Apel Gelar Pasukan dalam rangka pelaksanaan operasi Mantap Brata Lodaya menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, di Halaman Mapolres Sumedang, Jumat (22/3).

Menurut Kapolres Sumedang AKBP Hartoyo S.I.K mengatakan, apel gelar pasukan ini merupakan dalam rangka menghadapi Pemilu yang tinggal 25 hari lagi.

"Jadi apel gelar pasukan ini bertujuan untuk menunjukkan kepada masyarakat, bahwa TNI, Polri dan segenap unsur potensi masyarakat siap mengawal dan mengamankan Pemilu 2019. Masyarakat jangan lagi ada kekawatiran, jangan lagi ada Golput, jangan ada intimidasi atau mempengaruhi sikap atau pilihan masing masing Individu. Karena satu suara itu sangat berharga," ujarnya

Selain itu, sambung Kapolres, dalam waktu dekat akan dilaksanakan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan terutama saat menjelang tahapan Pemilu berupa kegiatan rapat umum atau kampanye terbuka yang dimulai pada (24/3) mendatang.

"Kami pun mewaspadai adanya dugaan money politic (politik uang) menjelang hari H dan mengharapkan tidak ada lagi black campaign (kampanye hitam, red), ujaran kebencian, penyebaran hoax," ucapnya

Dalam kesempatan itu, Kapolres menyampaikan amanat dari Kapolda Jawa Barat (Jabar) Irjen Pol Agung Budi Maryoto, bahwa tanggungjawab keamanan dan ketertiban jelang Pemilihan Presiden/Wakil Presiden (Pilpres) dan Pemlihan Legisilatif (Pileg) 2019 tak hanya ada di pundak TNI-Polri namun, peranserta semua pihak harus ikut terlibat dalam menciptakan situasi yang aman, damai, kondusif dan sejuk.

"Pesta demokrasi lima tahunan, harus mendapat dukungan dari seluruh potensi masyarakat yang ada. Sehingga, melalui apel gelar pasukan ini untuk menunjukan kepada masyarakat terkait kesiapan TNI-Polri dengan dukungan dari pihak terkait dalam pengaman Pemilu dan menjamin keamanan bagu pemilih mulai dari rumah hingga ke Tempat Pemungutan Suara (TPS),” katanya.

Kapolres juga menambahkan, sebanyak 2000 personil polisi ditembah 600 TNI disiagakan dalam pengamanan Pileg dan Pilpres, sejak jauh - jauh hari.

"Sekitar 80 persen kita sudah melaksanakan pengamanan. Tinggal menjalankan masa kampanye rapat umum, hari tenang, hari pencoblosan dan pasca pencoblosan," tuturnya

Terlebih, pada malam hari jelang tanggal 17 April, pihaknya akan mengintensifkan patrolinya. Mengingat rentan terjadi tindakan serangan fajar.

"Di setip titik di desa - desa, kita akan dirikan posko pengamanan semacam siskamling, dengan melibatkan TNI/Polri dan potensi masyarakat yang ada," tandasnya.

Ditempat yang sama Dandim 0610 Letkol Arh. Novianto Firmasnyah menyampaikan amanat dari Panglima Kodam III Siliwangi bahwa, tugas pengamanan Pemilu merupakan kehormatan dan kebanggan yang tak ternilai yang sekaligus menjadi amal ibadah apabila dilakukan dengan tulus dan ikhlas.

"Sinergitas TNI-Polri dengan unsur terkait lain harus tetap dijaga dengan baik demi keamanan dan kelancaran Pemilu 2019. terlebih, dapat mengatasi dan menetralisir berbagai potensi kerawanan agar tidak berkembang serta dapat terganggunya Pemilu 2019," ujarnya.

Lebih lanjut Dandim menegaskan, akan menindak tegas sesuai aturan hukum yang berlaku terhadap pihak pihak yang mencoba menggangu kelancaran Pemilu 2019.

"Babinsa dan Babinkabtibmas disetiap daerah harus mampu menenangkan masyarakat dan memberikan rasa aman, serta terus berkoordinasi dengan tokoh agama maupun masyarakat demi mewujudkan Pemilu 2019 yang aman," tandasnya.** [Acep Shandy].
Share on Google Plus

About Koran Sumedang

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment