Bawaslu Sumedang Dalami Dugaan Kecurangan Pemilu Oleh Kades dan KPPS di Kecamatan Wado

Wado, KORAN SUMEDANG
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sumedang, mengaku akan mendalami dugaan kecurangan pada pelaksanaan pencoblosan di beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS), yang dilakukan oleh Kepala Desa dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Desa Cilengkrang Kecamatan Wado.

Hal tersebut diungkapkan oleh, Kordinator Divisi Penindakan Pelanggaran pada Bawaslu Kabupaten Sumedang, Ade Sunarya bahwa, pihaknya sangat merespon baik dan mengapresi kepada para pihak yang telah memberikan informasi awal tentang adanya dugaan pelanggaran Pemilu pada tahapan pemungutan dan penghitungan suara di Desa Cilengkrang.

"Kami menyarankan yang bersangkutan agar menjadi pelapor dan hal ini dijamin oleh konstitusi. Insyaallah kami dari pihak Bawaslu Kabupaten Sumedang siap untuk menangani dugaan pelanggaran ini,"ujarnya saat dikonfirmasi Korsum melalui WhatsApp, Jumat (19/4).

Ade mengaku, sejak informasi awal diterima, pihaknya langsung melakukan investigasi/penelusuran dan pendalaman.

"Saat ini baru ada keterangan dari warga, saurna dinten senen pelaporan resmi ka Bawaslu," ucapnya

Disinggung tidak adanya upaya pencegahan baik dari PTPS atau Panwascam, Ade menyebutkan, kalau Ini baru dugaan perlu pembuktian, kami mengutamakan asas praduga tak bersalah.

"Kalaupun ada pembiaran atau tidak ada pencegahan dari PTPS dan Panwascam, tentunya ada sangsi bagi mereka," tandasnya

Sebelumnya sejumlah masyarakat Desa Cilengkrang Kecamatan Wado meyambangi Kantor Panwascam setempat, untuk melaporkan dugaan kecurangan pada pelaksanaan pencoblosan di beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS), Jumat (19/4).

Menurut salah seorang pelapor, yang namanya enggan disebutkan, mengatakan ada beberapa indikasi pelanggaran di lokasi TPS.

"Di TPS 14, pencoblosan dilakukan oleh salah satu anggota KPPS. Dan bukan diarahkan lagi, tetapi dia sendiri yang melakukannya," ujarnya

Sementara kecurangan lainnya, sambungnya, yaitu adanya manipulasi suara, dengan cara mencoblos surat suara yang blanko, untuk kepentingan Caleg jagoannya, dan itu dilakukan seorang kepala desa.

"Surat suara kosong dicoblos langsung oleh Kepala Desa, tah nyoblosmah siga kieu (surat suara yang blanko dicoblos sambil berucap, kalo mencoblos harus seperti ini)," tuturnya

Selain itu, ada pengarahan terhadap masyarakat, yang dilakukan salah seorang anggota KPPS. Yang bertugas sebagai pembantu penunggu bilik suara.

"Dia mengarahkan supaya mencoblos salah satu calon legislatif dan itu dilakukan di bilik suara pada saat masyarakat mau masuk ke bilik suara," akunya

Ada juga bentuk kecurangan lainnya, yaitu pencoblosan yang dilakukan orang lain, yang notabenenya bukan penduduk asli.Dan juga bentuk pelanggaran money politic (politik uang) yang dilakukan para apratur desa.

"Seorang ibu yang sudah pindah domisili, namun surat panggilannya dipergunakan orang lain yang memang bukan warga Cilengkrang. Dan sejumlah RT membagi - bagikan uang dan mengintimidasi warga, supaya memilih salah salah salah satu Caleg," tandasnya * [Acep Shandy].
Share on Google Plus

About Koran Sumedang

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment