Belasan Warga Cilengkrang Resmi Laporkan Kecurangan Pemilu ke Bawaslu

Kota, KORAN SUMEDANG
Belasan warga Desa Cilengkrang, Kecamatan Wado resmi melaporkan kecurangan Pemilu yang diduga dilakukan oleh Kepala Desa dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Menurut pelapor yang juga Calon Anggota Legislatif Daerah Pemilihan (Dapil) 4 dari Partai PPP, H. Beben Dendi Kuswandi mengatakan, ada delapan poin kecurangan Pemilu yang dilakukan oleh Kepala Desa dan KPPS, yaitu terkait Intimidasi, money politic, pencoblosan surat suara yang tidak terpakai, pengusiran saksi, membongkar kotak surat suara, mengambil dari rumah KPPS dan menghina terhadap saksi.

"Jadi hari ini saya bersama 17 saksi yang merupakan warga Cilengkrang dan juga saksi saksi dari Partai politik lain yang diusir, resmi melaporkan tindak kecurangan tersebut," ujarnya saat dikonfirmasi Korsum, usai memberikan laporan di kantor Bawaslu Kabupaten Sumedang, Senin (22/4).

Lebih lanjut H. Beben mengatakan, kita melaporkan adanya beberapa indikasi pelanggaran di lokasi TPS.

"Di TPS 14, pencoblosan dilakukan oleh salah satu anggota KPPS. Dan bukan diarahkan lagi, tetapi dia sendiri yang melakukannya," ujarnya

Sementara kecurangan lainnya, sambungnya, yaitu adanya manipulasi suara, dengan cara mencoblos surat suara yang blanko, untuk kepentingan Caleg jagoannya, dan itu dilakukan seorang kepala desa.

"Surat suara kosong dicoblos langsung oleh Kepala Desa, tah nyoblosmah siga kieu (surat suara yang blanko dicoblos sambil berucap, kalo mencoblos harus seperti ini)," tuturnya

Selain itu, ada pengarahan terhadap masyarakat, yang dilakukan salah seorang anggota KPPS yang bertugas sebagai pembantu penunggu bilik suara.

"Dia mengarahkan supaya mencoblos salah satu calon legislatif dan itu dilakukan di bilik suara pada saat masyarakat mau masuk ke bilik suara," akunya

Ada juga bentuk kecurangan lainnya, yaitu pencoblosan yang dilakukan orang lain, yang notabenenya bukan penduduk asli. Dan juga bentuk pelanggaran money politic (politik uang) yang dilakukan para aparatur desa.

"Seorang ibu yang sudah pindah domisili, namun surat panggilannya dipergunakan orang lain yang memang bukan warga Cilengkrang. Dan sejumlah RT membagi - bagikan uang dan mengintimidasi warga, supaya memilih salah salah salah satu Caleg," tandasnya

Sementara itu ketika dikonfirmasi akan adanya pelaporan tersebut, Kordinator Divisi Penindakan Pelanggaran pada Bawaslu Kabupaten Sumedang, Ade Sunarya bahwa, pihaknya sudah menerima laporan dari warga tersebut dan sudah menginvestigasi dugaan kecurangan tersebut pada hari Jumat (18/4).

"Jadi pada hari Jumat kemarin, kami jemput bola dengan datang langsung ke Kecamatan wado. Dan kami meminta barang bukti serta alat bukti agar diserahkan ke Panwascam Wado," ujarnya

Atas laporan tersebut, lanjut Ade, pihaknya akan mengkaji bersama dengan Sentra Gakumdu yang melibatkan Kepolisian dan Kejari.

"Jadi untuk saat ini, kita belum bisa memastikan sangsinya apa. Jadi hari ini kita baru menerima laporannya saja. Karena untuk penanganan dugaan kecurangan itu, kita akan melakukan rapat pleno  dengan jajaran komisioner Bawaslu," ucapnya

Sementara itu disinggung kemungkinan adanya Pemungutan Suara Ulang (PSU), Ade mengatakan, pihaknya belum bisa menentukan hal tersebut.

"Untuk ke PSU kita belum mengkaji kearah situ. Akan tetapi jika memang memungkinkan untuk diadakan PSU, tentunya kita akan merekomendasikan itu. Dan besok Insya Allah kita lakukan klarifikasi pelapor, terlapor, dan saksi-saksi," tandasnya. ** [Acep Shandy].

Posting Komentar

0 Komentar