Kota, KORAN SUMEDANG
Dalam rangka pelaksanaan kegiatan Promosi Parawisata khususnya kawasan Jatigede sebagai Destinasi Wisata unggulan Kabupaten Sumedang telah mendapatkan perhatian dan dukungan dari Kementerian Pariwisata sebagai salah satu event Wonderfull Indonesia yang mentargetkan dalam pelaksanaan kegiatannya lima puluh ribu pengunjung.
   
Dibalik kesuksesan pelaksanaan kegiatannya tersebut, tidak sebanding dengan loyalitas yang diberikan gabungan pengamanan diantaranya RAPI Kabupaten Sumedang, Dishub Kabupaten Sumedang dan Sat Pol PP Kabupaten Sumedang yang hingga saat ini tidak ada honor kegiatannya, artinya mayoritas pegawai Sukwan dan RAPI tidak mendapatkan honor.
   
Menurut Ketua RAPI Wilayah 13 Kabupaten Sumedang, Hendy Soehendi, (JZ10YB)  bahwa pihaknya telah diminta bantuan untuk dukungan pelaksanaan Hardfest Pesona Jatigede (HPJ) melalui surat resmi yang dikeluarkan oleh Sekda Kabupaten Sumedang dengan nomor surat 556/999/Disparbudpora/2019.
   
“Surat resmi tersebut kami terima pada Kamis (28/2) kemarin. Bahwa diminta untuk turut mendukung Pelaksanaan Hardfest Pesona Jatigede yang akan dilaksanakan pada Sabtu (23/3). Dasarnya surat tersebut, seperti biasa kami rapat kan dengan sejumlah pengurus inti dan anggota agar nanti sebelum di hari H nya sudah terkondisi kan dengan baik,” jelas Hendy, saat dikonfirmasi Koran Sumedang, Minggu (7/4), di ruang kerjanya.
   
Keputusan rapat sudah deal, kata Hendi, anggota sudah disebar di posko yang strategis, agar nanti ketika pelaksaan anggota RAPI bisa membantu dan ikut menyukseskan Hardfest Pesona Jatigede.
   
“Pada waktu pelaksanaan kegiatan HPJ itu, hari Jumat (22/3), kurang lebih 70 anggota RAPI sudah diturunkan dan langsung ditebar ke posko posko yang telah ditetapkan sesuai hasil rapat, persiapan pun dilakukan dari mulai bangun tenda tenda dengan BPBD Kabupaten Sumedang, jujur saja pengeluaran makan dan minum untuk anggota kami yang tanggung dari panitia kegiatan belum ada,” ujarnya.
   
Ia melanjutkan, untuk hari H pelaksanaan sukses dan dapat jatah makan dua kali, siang dan sore, acara selesai anggota RAPI harus menginap kembali karena bongkar tenda dan yang lainnya, artinya RAPI Kabupaten Sumedang full tiga hari penuh membantu menyukseskan pelaksanaan HPJ itu.
   
“Ketika pelaksanaan HPS selesai otomatis anggota menanyakan adakah honornya?, maka saya sebagai ketua dan bertanggung jawab atas anggota menanyakan ke panitia kegiatan jawabannya nanti dan nanti sampai saat ini masih nanti akan diajukan, untuk pribadi saya mengerti dan paham, tapi untuk anggota mereka mawa beuteung ninggalkeun beuteung,” jelasnya.
   
Dikatakan Ketua RAPI, harus bagaimana pengurus RAPI menghadapi anggota ketika terjadi seperti ini? Barangakali pak Bupati, pak Wabup dan Pak Sekda mempunyai jawabannya? pengurus RAPI Kabupaten Sumedang sampai saat ini belum bisa menjawab ketika anggota mempertanyakan soal Honor kegiatan HPJ.
   
Sama halnya dengan Anggota Pengamanan Dinas Perhubungan Kabupaten Sumedang yang meminta namanya tidak disebutkan katanya bahwa Sampai saat ini anggota Pengamanan HPJ dari Dishub Kabupaten Sumedang sampai saat ini belum menerimanya.
   
“Kurang lebih 50 anggota diturunkan, tenaga sukwan ada sekitar 35 anggota 15 anggota PNS, keun lah PNS mah da aya TPP meren, watir atuh nu sukwan/honorer mah, cik perhatoskeun, aya kegiatan kitu teh atoheun bari jauh jeung panas pas balik teu mawa nanaon, Hatur nuhun panitia HPJ ah,” ujar sumber.
   
Informasi yang dihimpun Koran Sumedang bahwa anggota Sat Pol PP Kabupaten Sumedang pun sama halnya honor pengamanan HPJ tidak ada, padahal event Nasional tapi perhatiannya menggetirkan.
   
“Kami bawa anggota Sat Pol PP kurang lebih lima puluh anggota diangkut dengan kendaraan truk dinas, semua dibagi tiga sip, anggota Sukwan/Honorer kurang lebih tiga puluhan, sisanya PNS, sampai saat ini belum ada honor kegiatan HPJ itu, prihatin dengan Sukwan yang ikut PAM di HPS kemarin, di areup areup pisan eta teh Gede mah heunteu Mun aya tea mah honorna, cik atuh hargaan tanagana lain ku Gede na tapi ku dihargaan na,” ujar Sumber.**[Dady]