Kota, KORAN SUMEDANG
Badan Narkotika Nasional (BNNK) Sumedang, berhasil meringkus peredaran narkotika jenis sabu sabu seberat 5,78 gram, yang dibawa kurir bernama Yoga Pratama (20) alias Yoga ke  Sumedang.

Menurut Kepala BNNK Sumedang AKBP Kunto Prasetyo mengatakan,
pengungkapan kasus tersebut bermula tertangkapnya tersangka Yoga yang merupakan seorang kurir. Yoga ditangkap berikut barang bukti sabu dengan berat 5,78 di Jalan Depok RT 03/03, Desa Jatisari, Kecamatan Tanjungsari, pada 26 April 2019 lalu.

"Sabu siap edar tersebut berasal dari jaringan narkoba Lapas Kebon Waru, yaitu Sandi Septiandi alias Cunguk yang masih mendekam di lapas tersebut," ujarnya kepada sejumlah wartawan saat jumpa pers di kantor BNNK Sumedang, Jumat (3/5).

Lebih lanjut Kunto mengatakan, tersangka yoga membawa sabu atas perintah Nazar yang saat ini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO), untuk membawa sabu-sabu dari depan kantor Imigrasi, di Jalan Suci Bandung.

"Yoga tertangkap tangan akan menyimpan paket sabu tersebut dengan menempelkannya ke tembok menggunakan lakban warna hitam di pinggir jalan di wilayah Kecamatan Tanjungsari," ungkapnya

Dari keterangan Yoga, lanjut Kunto, diketahui bahwa barang tersebut dikirim ke Sumedang atas perintah dari Sandi warga Dusun Rancaekek RT 003 RW 003, Desa/Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. Dimana Sandi tercatat sebagai narapidana Lapas Kebon Waru Bandung.

"Kami mengecek ke Lapas Kebon Waru, dan setelah pihak lapas melakukan tes urine, ternyata masih menggunakan narkoba," sebutnya.

Kunto juga menambahkan, barang bukti yang diamankan dari tersangka yaitu sabu-sabu dengan berat 5,78 gram, senilai Rp 20 juta, 3 buah handphone merek Nokia, Samsung, dan Oppo warna hitam. Satu buah plastik klip bening bekas pakai, 1 unit sepeda motor merek Honda Supra nopol Z 4839 CT.

"Akibat perbuatannya tersangka Yoga dijerat Pasal 114 ayat (1) jo 112 ayat (1) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35/2009 tentang narkotika," tandasnya **[Acep Shandy].