Kota, Koran Sumedang
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sumedang  menetapkan besaran uang yang harus dikeluarkan untuk membayar Zakat Fitrah tahun ini,  sebesar Rp 30 Ribu. Angka tersebut naik Rp 1000  dari bulan Ramadan tahun sebelumnya, yang hanya mencapai Rp 29 Ribu.

"Hasil survey harga beras di pasaran saat ini,  yang dilakukan beberapa intansi terkait, maka dalam musyawarah bersama kita putuskan harga beras kelas menegah, Rp 12 Ribu per Kilogram," kata Ketua Baznas Kabupaten Sumedang, H Ali Badjri, Drs .,MM kepada Sejumlah Pewarta di ruang kerjanya,  Jumat (10/5).

Perhitungannya, 12.000 X 2 Liter = 24.000, ditambah 1/2 Liter (6.000), Total menjadi 30.000.
"intinya, kalau bayar pake beras sebanyak 2,5 Kg, tetapai jika mau pake uang, maka uang yang harus dikeluarkan sebesar Rp 30 Ribu," tuturnya.

H. Ali memiliki keinginan, pengumpulan zakat fitrah tahun ini, lebih besar dari tahun sebelumnya, yang mampu menembus angka  Rp 20 Milyar. "Mudah - mudahan ini bisa tercapai," sebutnya.

Secara teknis, hasil pengumpulan zakat fitrah tidak disetorkan ke Baznas,  namun dikelola Unit Pengumpul Zakat (UPZ) setiap kecamatan. "Karena hasil pengumpulan zakat fitrah akan langsung dipergunakan untuk kepentingan masyarakat di berbagai daerah hingga pelosok pedesaan hingga tingkat RW dan RT," ujarnya.

Sehingga tidak boleh ada masyarakat yang sampai tidak memiliki beras pada hari raya idul fitri, karena di hari kemenangan itu, semua muslim harus gembira. "Atas nama Baznas, kami menugaskn UPZ, untuk menyalurkan beras ke masyarakat," tuturnya.

Sementara Baznas, hanya menerima laporan secara tertulis dari masing - masing UPZ setiap kecamatan. "Sementara kita (Baznas red) hanya menghimpun titipan dari para ASN, yang juga akan kita salurkan kepada para pramu saji dan OB di setiap dinas dan instansi termasuk pasukan kuning (kebersihan red)," tuturnya.

Sementara itu, dalam rangka memperlihatkan keteladanan pemimpin kepada masyarakat, Pemda Sumedang akan menyelenggarakan acara pembayaran zakat profesi secara bersama - sama.

Kegiatan yang direncanakan di Gedung Negara Kabupaten Sumedang itu, akan diikuti
Seluruh pejabat Eselon II dan III, bupati, wakil bupati dan Sekda. Termasuk para pejabat di BUMN dan BUMD.

"Kami akan undang pada tanggal 20 Mei mendatang. Ini sudah mendapatkan persetujuan bupati," ujarnya.

Ali menegaskan, dengan gaji dan Tunjangan Pokok Pegawai (TPP) yang mereka dapatkan perbulan, dinilai sudah melampaui batas nisob (ambang batas penghasiln tetap). "Itu wajib dikeluarkan zakatnya," terang dia.

Berdasarkan keputusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sumedang, Tanggal 6 Mei 2019, tentang penghitungan nisab zakat, sebesar Rp 550 Ribu per gram emas. "Zakat maal berlaku untuk harta kekayaan yang dimiliki seorang muslim dengan rumusan sebagai berikut: Zakat Maal = 2,5% X Jumlah harta yang tersimpan selama 1 tahun. Menghitung Nisab Zakat Maal = 85 x harga emas pasaran per gram."Pungkas H. Ali **(F. Arif)