Kota, KORAN SUMEDANG
Balai Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bandung, menemukan jenis makanan yang positif mengandung zat berbahaya jenis Formalin. Temuan tersebut saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) dengan memeriksa sejumlah sampel makanan takjil yang biasa dijual disekitar Taman Telor.

Menurut Kepala BPOM Bandung I Gusti Ngurah Bagus Kusuma Dewa mengatakan, sidak yang dilakukan oleh BPOM Bandung di Kabupaten Sumedang, guna memastikan  makanan takjil aman dari zat berbahaya.

"Tadi kita mengambil sampel 16 makanan, dan hasilnya 16 sampel makanan tersebut terdapat satu makanan jenis tutut yang teridentifikasi awal positif mengandung zat berbahaya jenis formalin. Dan saat ini kami sedang mengecek 4 makanan lagi. Jadi totalnya ada 20 jenis makanan yang kami periksa," terangnya saat dikonfirmasi sejumlah wartawan di Taman Telor, Senin (13/5).

Lebih lanjut, Bagus mengatakan, meski dipastikan teridentifikasi awal mengandung formalin dengan menggunakan tes kit dengan mobil laboratorium keliling. Kami akan tindak lanjuti dengan penelusuran dan tentunya akan dilakukan pembinaan secara profesional.

"Yang paling penting kami akan telusuri, dan akan secara terpadu dilakukan pembinaan oleh Dinas terkait. Karena ini jenis makanan siap saji, tentunya akan dilakukan pembinaan oleh Dinas Kesehatan. Dan hasilnya nanti juga akan dikonfirmasi kembali. Karena hasil uji cepat ini tentunya akan ditindak lanjuti dengan hasil uji laboratorium," ujarnya

Bagus juga menambahkan, intensifikasi ini juga termasuk melakukan pengawasan terhadap distributor pangan.

"Kan tidak hanya takjil saja yang diawasi. Kami juga melakukan pengawasan terhadap peredaran produk pangan di sarana distribusi. Mulai dari importir, pemasok, supplier dan riteler. Dan kami juga akan mengawasi bentuk pangan yang dikemas dalam bentuk parsel. Kami akan fokuskan produk yang tanpa ijin edar, kadaluarsa dan kemungkinan sudah rusak kemasannya," tandasnya

Ditempat yang sama, Sekda Sumedang Herman Suryatman mengatakan, uji sampel makanan pada puasa Ramadan ini sebagai upaya Pemkab Sumedang untuk memberikan pelayanan kesehatan dengan bekerjasama dengan BPOM Bandung

"Alhamdulillah ya, dari 16 jenis makanan yang dijual pedagang di Taman Telor dan sudah diperiksa oleh BPOM dinyatakan 15 makanan clear dan 4 makanan lagi masih dalam proses pemeriksaan. Dan
hanya satu yang terindikasi positif berformalin," ujarnya

Dengan adanya kerjasama dengan BPOM ini, Herman berharap,  makanan yang dikonsumsi masyarakat selama bulan ramadhan ini, dapat dijamin kesehatannya dan tentunya layak untuk konsumsi.

"Kami juga akan melakukan pembinaan secara proporsional terhadap para pedagang. Agar dapat menjajakan makanan yang betul betul sehat dan bebas dari zat berbahaya," tandasnya ** [Acep Shandy].