Cimalaka, KORAN SUMEDANG
Pengetahuan yang cukup pada remaja dan orang tua mengenai stunting menjadi kunci keberhasilan kampanye penurunan prevalensi stunting. Untuk itu Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) melalui Direktorat Informasi dan Komunikasi dan Pembangunan Manusia dan Kebudayaan menyelenggarakan forum sosialisasi Generasi Bersih dan Sehat (GenBest).

Menurut Kasubdit Infokom Kesehatan KOMINFO, Marroli J Indarto mengatakan, komunitas dan keluarga dapat menjadi penggerak kesadaran pentingnya penanganan stunting di Masyarakat.

"Kuncinya, kita memberikan sekaligus menyediakan informasi pencegahan yang mudah diakses dan dipahami oleh masyarakat," ujarnya saat dikonfirmasi sejumlah wartawan di Hotel Hanjuang
Hegar, Selasa (14/5).

Lebih lanjut Marroli mengatakan,
Tingginya kasus stunting di Kota Tahu ini pun menjadi perhatian serius Kementerian Komunikasi dan Informatika. Dan Sumedang merupakan satu dari 60 kabupaten/kota prioritas stunting.

"Angka prevalensi stunting di Sumedang hampir sama dengan angka di tingkat nasional yaitu 30, 8 persen. Untuk itu, Presiden Jokowi  terus bekerja keras untuk menurunkan angka prevalensi yang saat ini masih sangat tinggi.

"Penanganan stunting ini memang harus bersama-sama, Tidak hanya tanggungjawab Kementerian Kesehatan atau Kominfo, tapi seluruh stake holder, khususnya di tingkat pemerintahan kabupaten," tuturnya.

Sementara target Kominfo sendiri, lanjut Marroli, untuk sepuluh tahun ke depan, prevalensi stunting di Indonesia, khususnya di daerah-daerah prioritas seperti di Sumedang ini dapat terus berkurang. Selain itu
Kominfo juga menekankan sosialisasi kepada seluruh masyarakat untuk Peduli, Pahami, dan turut Partisipasi (3P) kasus stunting.

"Kami juga berharap pemerintah di daerah (Sumedang), khususnya yang membidangi komunikasi itu lebih intens mengomunikasikan, sosialisasikan isu stunting ini," harapnya.

Marroli juga menambahkan, sosialisasi stunting ini penting untuk mencegah munculnya SDM yang tidak kompeten ketika menghadapi bonus demografi tahun 2030, yang diperkirakan 68% penyangga ekonomi bangsa indonesia adalah orang produktif yang lahir saat ini.

"Kominfo diamanatkan untuk mengakomodir isu sektor menjadi narasi yang harus disampaikan ke masyarakat. Dan Kominfo juga menjadi koordinator kampanye nasional bersama kementrian kesehatan dan sepuluh institusi pemerintah lainnya, termasuk pemerintah daerah," tandasnya ** [Acep Shandy].