Dewan Pembina HIPMI Sayangkan Adanya Kisruh di Internal HIPMI Sumedang

dr. Asep Darmawan (Dewan Pembina HIPMI Sumedang)
Kota, KORAN SUMEDANG
Salah seorang Dewan Pembina HIPMI Sumedang, sangat menyayangkan adanya mosi tidak percaya dari 2/3 anggota HIPMI Sumedang terhadap Ketua Umumnya Eka Anugrah.

Hal tersebut diungkapkan oleh Dewan Pembina HIPMI, Asep Darmawan bahwa, pihaknya sangat menyayangkan adanya mosi tidak percaya terhadap ketua umum HIPMI dari para anggotanya.

"Seharusnya mereka bisa menyelesaikan secara baik baik, terlebih mereka semua kan orang orang intelektual dan juga para pengusaha. Dan harusnya dibicarakan secara kekeluargaan dan adem," terangnya saat dikonfirmasi KORAN SUMEDANG di Kantor Bapenda Sumedang, Senin (17/6).

Akan tetapi karena sudah menjadi anti klimak di mereka sehingga muncul mosi tidak percaya, untuk itu lanjut Asep, nanti para dewan pembina akan mengadakan pertemuan dengan dewan pembina lainnya. Yang nanti proses penyelesaiannya akan disesuaikan dengan mekanisme organisasi.

"Nanti hasil pertemuan dewan pembina HIPMI seperti apa. Apakah diselesaikan secara kekeluargaan kalau dimungkinkan masih bisa, atau bisa juga Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub). Itu keputusannya setelah kita musyawarah dulu antara dewan pembina. Kan sekarang kita belum lihat mosi tidak percaya dan rame di medianya seperti apa," tegas Asep

Asep juga menambahkan, dalam waktu dewan pembina HIPMI akan segera mengadakan pertemuan untuk menyelesaikan permasalahan ini. Karena tidak bagus apabila permasalahan ini dibiarkan berlarut larut.

"HIPMI Sumedang, kan sebagai icon pengusaha di Sumedang. Harusnya menjadi contoh bagi para pengusaha lainnya, dan intinya tidak boleh ada kisruh didalam organisasi," tandasnya.

Sebelumnya Ketua Umum HIPMI Sumedang, Eka Anugrah ketika dikonfirmasi KORAN SUMEDANG menyampaikan bahwa, dirinya sudah menjalankan amanat organisasi sesuai AD/ART dan PO HIPMI. Tentang keputusan Muscablub atau tidak, saya serahkan pada BPD Jabar sebagai konstitusi yg lebih tinggi dari BPC kabupaten. 

"Insya Allah BPD Jabar akan lebih Adil dan Bijaksana dalam menanggapi masalah ini. Karena saya tidak merasa melanggar Hukum positif Indonesia, baik AD ART organisasi maupun PO (Pedoman Organisasi) HIPMI," akunya

Eka juga menambahkan, HIPMI Sumedang saat ini sedang semangat dalam giat pembangunan ekonomi kreatif masyarakat sesuai Visi Misi pa Bupati di Kabupaten Sumedang. Itu bisa di lihat dari berbagai event (kegiatan) kolaborasi HIPMI baik dengan lembaga pemerintah maupun non pemerintah. 

"Mana mungkin saya melaksanakan Kegiatan tersebut sendirian (solo karir) karena setiap kegiatan dilaksanakan oleh panitia dan Tim dari pengurus HIPMI. Selalu ada pengurus yg terlibat sesuai Bidang Di Susunan Kepengurusan BPC HIPMI Sumedang. Justru saya pernah evaluasi, bidang yang tidak ada kegiatan atau secara personal berhalangan melaksanakan program kerja yg telah di tetapkan, silahkan diserahkan pada anggota yang siap berjuang," tegasnya

Intinya niat saya berkolaborasi dengan Bupati maupun Jajaran Pemerintahan dan Masyarakat, lanjut Eka, adalah dalam rangka mendukung terwujudnya Visi Misi Bupati Sumedang yaitu Sumedang Simpati (Kreatif Ekonominya) dengan Semangat Bersama Membangun Sumedang. Jelas dari cita-cita ini HIPMI adalah bagian dari Sinergis Berkolaborasi.

"Masalah suka dan tidak suka dari sebagian anggota terhadap kepemimpinan saya adalah bagian dari dinamika organisasi. Saya sayangkan sikap mereka yang tidak mau "tabayun" dan memilih memisahkan diri dengan membuat komunitas baru (organisasi di dalam organisasi)," tandas Eka. ** [Acep Shandy].
Share on Google Plus

About Koran Sumedang

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment