Dinilai Tak Mampu Jalankan Organisasi, Anggota HIPMI Sumedang Nyatakan Mosi Tidak Percaya Terhadap Ketua Umumnya

Anggota HIPMI Kab. Sumedang Saat Menyampaikan Press Release
Kota, KORAN SUMEDANG
Sebanyak 2/3 Anggota HIPMI Kabupaten Sumedang Menyatakan Mosi Tidak Percaya terhadap Ketua Umumnya yaitu Eka Anugrah.
Dan merekomendasikan untuk segera menyelenggarakan Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub).

Hal tersebut diungkapkan oleh Owner Nyusu Doeloe yang juga selaku Anggota Hipmi Sumedang, Helmi Triyudar bahwa,  Alasan 2/3 anggota menyatakan mosi tidak percaya, diantaranya karena tidak terselesaikannya SK Kepengurusan BPC HIPMI Sumedang Priode 2018-2021. Selain itu juga beberapa tindakan yang dilakukan oleh ketua umum, dianggap telah melanggar AD/ART HIPMI.

"Selama 8 bulan terhitung sejak tanggal dilantiknya sebagai ketua pada 1 Oktober 2018 sampai saat ini ternyata SK Kepengurusan BPC HIPMI Sumedang secara resmi tidak ada. Selain itu juga tindakannya dinilai melanggar AD/ART, terutama pada Bab II Pasal 6 dan ketentuan-ketentuan yang ada dalam Peraturan Organisasi yaitu Bab III Pasal 4, Pasal 5, dan Bab VI Pasal 15. Untuk itu karena terbukti bahwa Ketua BPC HIPMI Sumedang tidak mampu menjalankan roda organisasi dengan tidak jelasnya program kerja dan kegiatan HIPMI Sumedang sampai saat ini.l," terang anggota Himpi yang aktif semenjak tahun 2015 ini, pada Korsum, Minggu (16/6).

Hal senada juga dikatakan oleh Owner Hotel Handayani yang juga anggota Hipmi Sumedang yang aktif semenjak tahun 2015, Deni Handayani bahwa, penyampaian Mosi Tidak Percaya ini merupakan salah satu bentuk penyampaian aspirasi yang diatur dalam AD/ART HIPMI. Untuk itu berkas surat Pernyataan Mosi Tidak Percaya terhadap Saudari Eka Anugrah telah diserahkan secara resmi kepada Dewan Pembina BPC HIPMI Sumedang dan BPD HIPMI Provinsi Jawa Barat.

"Bahkan Dewan Pembina telah memberikan Surat Rekomendasi kepada Ketua Umum untuk segera melaksanakan Rapat Badan Pengurus Lengkap (BPL) dengan Dewan Pembina dan seluruh Anggota HIPMI Kabupaten Sumedang, paling lambat tanggal 2 Juni 2019. Namun hingga saat ini rekomendasi dari Dewan Pembina tersebut tidak diindahkan," jelas Deni Handayani.

Sementara itu anggota HIPMI lainnya Hariska Ferdiansyah Owner Dunia Buah mengatakan, dalam menjalankan roda organisasi saudari Eka Anugrah selaku Ketua Umum dalam setiap keputusan yang diambil selalu sepihak tanpa berkoordinasi dengan Pengurusnya. Dan tanpa melalui mekanisme Rapat Badan Pengurus Harian (BPH) maupun Rapat Badan Pengurus Lengkap (BPL).

"Kemudian saudari Eka Anugrah selalu melakukan tindakan sendiri atas Nama Organisasi "solo karir" dalam setiap tindakan audiensi dengan instansi Pemerintah maupun Penjabat berwenang di Kabupaten Sumedang. Tindakan ini dianggap sangat jauh dari semangat berdirinya organisasi HIPMI itu sendiri," tegas Hariska

Sementara itu dalam Forum yang dihadiri oleh Sebagian Besar Pengusaha Muda di kota Sumedang, diantaranya Elga Aditya Owner Mevel dan Angkringan, Lia Yuliani Kurnia Owner Oedi Karya, Reza Akhmad owner Kaos Polosan & Silamedia, Dandan Fardan owner Kue Balok dan pengusaha-pengusaha muda Sumedang lainnya.

Memutuskan sebagaimana tercantum dalam Peraturan Organisasi HIPMI, atas dasar tersebut 2/3 Anggota HIPMI Kabupaten Sumedang merekomendasikan kepada BPD HIPMI Provinsi Jawa Barat untuk dengan segera melakukan pelaksanaan MUSCABLUB, agar BPC HIPMI Kabupaten Sumedang  dibawah kepemimpian Ketua Umum yang baru nanti, bisa membawa organisasi BPC HIPMI Kabupaten Sumedang kearah yang lebih baik, maju, transparan, dan kembali ke visi dan misi HIPMI sebagaimana mestinya. ** [Acep Shandy].
Share on Google Plus

About Macko

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment