Tak Kunjung Dicabut SK Penetapan Rumah Cagar Budaya, Kuasa Hukum Ahli Waris Ancam Pidanakan Pemkab Sumedang

Kota, Koran Sumedang
Merasa di dzolimi  sejak penetapan sepihak terkait rumah  antik  dijalan Geusan  Ulun No. 150 sebagai bangunan cagar budaya oleh Pemkab Sumedang dan  tak  kunjung di cabutnya SK tersebut, tim kuasa ahli waris Jandri Ginting SH, MH berecana mempidanakan Pemkab Sumedang.

Jandri  Ginting, kuasa  hukum  ahli  waris ditempat aktivitasnnya Jumat (26/6/2019) mengatakan bahwa Pemkab Sumedang menetapkan rumah  antik itu  melalui SK Bupati  Nomor : 646 /Kep.500/Disparbudpora /2017. Bukan atas nama Ahli Waris dan atas penetapan SK tersebut ahli  waris tidak  diberitahu sebelumnya atau meminta ijin sebelumnya kalau  rumah  itu ditetapkan sebagai bangunan cagar  budaya.

"Rumah itu milik pribadi tapi saat penetapan  sebagai cagar  budaya tak ada pemberitahuan apalagi izin dan  persetujuan ahli  waris. Maka dari itu kami sudah meminta kepada Pemkab  Sumedang untuk mecabut  SK  tersebut secara baik-baik dengan mengirimkan surat permohonan pencabutan SK tersebut, akan tetapi tidak ada realisasinya sampai detik ini. Dan  perlu  diketahui bahwa  sk penetapan cagar  budaya tersebut atas nama  dr.  Ruddy sedangkan ahli  waris tidak  ada  nama  tersebut. Maka dari  itu jika  tidak  di cabut juga   secepatnya kami  akan  pidanakan," Jelasnya Selasa (25/6).

Dikatakan, akibat  penetapan sepihak Pemkab Sumedang, ahli  waris  tidak  bisa  menikmati warisan rumah  tersebut. "Ahli  waris  tidak bisa  menjual rumah  peninggalan itu, "tegasnya

Ia  mengatakan,  pihaknya  sudah  mengajukan  keberatan ke  Pemkab  Sumedang dan  meminta  dilakukan pembatalan surat  keputusan penetapan cagar  budaya untuk  bangunan  dan  tanah  itu.

"kami mengajukan surat  kembali atas  Saran pemerintah menjadi  permohonan izin dan  persetujuan pengalihan hak  atas sebidang tanah dan  bangunan Lama  tipe 1," jelasnya.

Atas pengajuan surat  itu sudah  dilakukan kordinasi tapi  belum  ada keputusan apapun dan  rencannya akan  ada  lagi  pembahasan.

"Kami  keberatan rumah  itu  dijadikan cagar  budaya karena  rumah  itu  tak  memiliki sejarah. Rumah  itu  dibangun  oleh  pemiliknya dengan  bangunan unik  dan  antik untuk  saat  ini. Dulu dikawasan itu banyak  bangunan antik tapi sekarang sudah  banyak yang  berubah." jelasnya.

Ditambahkan,  "rumah  dan  bangunan itu tidak  pernah dijadikan rumah  singgah atau  dijadikan tempat bersejarah untuk  Sumedang. Kalau  rumah  singgah  Cut Nyak Dien dibelakang masjid agung memang bisa  menjadi cagar  budaya karena  ada nilai  sejarahnya ," katanya

Menurutnya ahli  waris tetap meminta pemerintah khususnya Pemda Sumedang untuk membatalkan sebagai cagar  budaya.

"Jika  SK bupati  tidak dicabut, maka kami  selaku kuasa  hukum  ahli  waris  akan  menempuh jalur  hukum  baik secara pidana maupun dengan  menggugat Pemkab Sumedang untuk  membatalkan Sk Bupati tersebut," tegasnya **(F. Arif)

Posting Komentar

0 Komentar