Tanggapi Keluhan Masyarakat Terkait Antrian, Ini Penjelasan Direktur RSUD Sumedang

Kota, KORAN SUMEDANG
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Sumedang, dr Hilman Taufik menanggapi sejumlah keluhan masyarakat terkait antrian yang panjang dan opini masyarakat terkait pendaftaran online yang dinilai menyulitkan.

"Sebenarnya untuk pendaftaran online itu tidak lah ribet karena selain bisa daftar Puskesmas terdekat dan mempunyai rujukan yang dari fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP). Masyarakat juga bisa mendaftar online sendiri melalui ponselnya. Dan jika selama proses pendaftaran online mengalami kendala baik terkait tata cara atau persoalan kuota, pasien juga dapat menghubungi petugas loket rawat jalan selama jam kerja, isyaalloh pasti ada solusinya," ujarnya pada sejumlah Wartawan di Ruang Rawat Jalan RSUD Sumedang, Rabu (19/6).

Sementara untuk masyarakat yang kesulitan mengakses internet, lanjut Hilman, pihak RSUD juga membuka pelayanan secara offline.

"Jadi bagi masyarakat yang tidak bisa daftar secara online bisa juga mendaftar secara offline dan tentunya kami akan layani, hanya saja harus membawa rujukan. Dan untuk penerimaan pasien rawat jalan setiap harinya sekitar 600 sampai dengan 700 pasien dengan persetase 60% yang daftar melalui online dan 40% offline," ungkap Hilman

Hilman juga menuturkan, untuk kouta pelayanan pasien sesuai dengan Perpres No 82 tahun 2018, itu dibatasi hanya 40 pasien untuk satu dokter. Akan tetapi kenyataan setiap hari dokter melayani pasien melebihi apa yang di amanatkan oleh Perpres.

"Aturannya satu dokter melayani 40 tapi kenyataannya satu dokter bisa melayani 100/150 pasien. Kenapa kami berani melakukan itu, karena jumlah dokter spesialis itu masih kurang. Dan kalau tidak dilayani kasihan kan pasiennya. Dan perlu diketahui untuk jumlah dokter spesialis itu di RSUD yaitu untuk spesialis jantung ada satu dokter, spesialis sarap dua dokter, spesialis mata dua dokter dan spesialis dalam ada empat dokter. Dengan jumlah tersebut itu masih masih kurang dengan banyaknya pasien yang datang setiap hari," ucapnya

Sementara untuk mengatasi kekurangan dokter spesialis tadi, lanjutnya lagi, yang kita lakukan dalam jangka menengah ini yaitu dengan menyekolahkan dokter spesialis yang sudah berjalan dua tahun, untuk penambahan agar terpenuhi pelayanan sepenuhnya dengan harapan kuota online dapat bertambah.

"Saat ini kita sekolahkan tiga orang dokter spesialis jantung. Karena untuk penyakit jantun ini menjadi rengking pertama. Dan saya maunya di RSUD ini ada lima orang dokter spesialis jantung. Untuk spesialis dalam juga idealnya ada enam dokter spesialis. Karena semua dokter selain melayani rawat jalan juga melayani rawat inap," jelasnya

Hilman juga menambahkan, untuk pasien yang antre juga, pihaknya sudah menyediakan ruang tunggu yang dilengkapi dengan kursi.

"Jadi tidak perlu lagi ada antrian yang menggunakan sandal, helm dan sebagainya. Kalau sudah punya nomor antrian tenang saja, nanti juga akan terlayani," tandasnya. ** [Acep Shandy].
Share on Google Plus

About Macko

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment