Tanpa Fasum dan Fasos Warga Korban Bencana Ciherang Ogah Tempati Relokasi

Kota, KORAN SUMEDANG
Sebanyak 118 Kepala Keluarga (KK) korban bencana longsor desa Ciherang dan Kelurahan Pasanggrahan Baru Kecamatan Sumedang Selatan, hingga saat ini enggan menempati tempat relokasi yang telah disiapkan pemerintah yang bersumber dari anggaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Hal tersebut dikarenakan belum tersedianya sejumlah Fasum (Fasilitas umum), Fasos (Fasilitas sosial), air, dan listrik. Sehingga dari 118 unit rumah di lokasi relokasi tersebut baru diisi sekitar 20 KK saja. Sementara yang lainnya  memilih untuk ngontrak dan tinggal di Hunian Sementara (Huntara) yang terletak di Desa Sakurjaya Kecamatan Ujungjaya.

Menurut salah seorang korban bencana longsor asal Anjung, Kelurahan Pasanggrahan Baru, Eni mengungkakan, para korban longsor lainnya enggan mengisi relokasi karena belum adanya Listrik dan Air, dimana kebutuhan tersebut merupakan yang sangat vital.

"Baru beberapa orang saja yang pindah, termasuk keluarga saya. Mereka tidak mau pindah karena belum ada air, listrik. Serta fasilitas lainnya juga belum selesai dikerjakan," ungkapnya saat dikonfirmasi KORAN SUMEDANG di tempat relokasi, Rabu (26/6).

Lebih lanjut Eni menuturkan, para warga sudah menyampaikan keluhannya ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah  (BPBD) Kabupaten Sumedang.

Adapun saat, kata Eni, untuk listrik warga ikut menyambung di rumah penduduk asal atau rumah penduduk sekitar yang tak jauh dari lokasi relokasi.

"Ntos nyarios pa ti dua bulan kapengker ge. Malahan abdi nyarios ka PLN na, saur PLN neumbe sapalih cenah da acisna neme sapalih ka PLN na teu acan sadayana.(Udah ngomong dari dua bulan kebelakang, Malahan saya ngomong ke pihak PLN, jawabnya memang baru sebagian karena uangnya juga baru sebagian ke PLN)," tutur Eni dengan logat Sundanya

Sementara itu, Kasi Rehabilitasi dan Rekontruksi pada BPBD Kabupaten Sumedang, Aa Sujana mengatakan, untuk air dan listrik di lokasi relokasi, saat ini masih menunggu proses lelang.

"Sekarang untuk penerangan (listrik) dan air di lokasi relokasi itu masih nunggu proses lelang. Untuk embung dan akses jalan akan segera dibangun," katanya.

Aa juga menambahkan, untuk pembangunan rumah relokasi Bencana tersebut ditargetkan harus rampung pada Bulan September 2019 ini.

"Mudah mudahan bisa rampung, sesuai dengan yang ditargetkan," harapnya

Sementara itu pantauan KORAN SUMEDANG dilapangan, kondisi rumah direlokasi yang terletak di Desa Margalaksana tersebut tampak sepi. Dan hanya ada beberapa warga terdampak yang sedang bekerja memperbaiki hunian tersebut.

Seperti diketahui bahwa bencana longsor menerjang Desa Ciherang dan Kelurahan Pasanggrahan Baru, Kecamatan Sumedang Selatan pada bulan September 2016 lalu. Dan hingga saat ini pembangunan rumah relokasi untuk warga korban bencana tersebut belum juga rampung 100%. ** [Acep Shandy].

Posting Komentar

0 Komentar