Tiga Terlambat ini Jadi Faktor Penyebab Kematian Ibu dan Bayi di Sumedang

dr.Hj. Anna Hernawati Sabana (plt Kepala Dinass Kesehatan Kab. Sumedang)
Kota, KORAN SUMEDANG
Tiga Terlambat menjadi penyebab penyumbang terbanyak kematian ibu dan bayi. Adapun 3 Terlambat tersebut yaitu, Terlambat mengambil keputusan. Terlambat transportasi. Terlambat Pelayanan

"Jadi 3 Terlambat ini salahsatu faktor penyebab penyumbang kematian ibu dan bayi. Karena jika terlambat mengambil keputusan bisa mengakibatkan mendapat penanganan. Sementara terlambat transportasi bisa mengakibatkan terlambat sampai ke tempat rujukan. Dan terlambat pelayanan karena terbatasnya sarana dan sumber daya manusia," terang Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumedang, dr.Hj. Anna Hernawati Sabana pada sejumlah Wartawan di Aula Tampomas IPP Sumedang, Selasa (25/6).

Lebih lanjut Anna mengatakan, dari 3 Terlambat tersebut, jika dilihat dari jumlah kematian ibu dan bayi, itu lebih banyak di terlambat mengambil keputusan dan terlambat transportasi bukan dari terlambat karena pelayanan.

Anna mencontohkan, jika ada ibu yang mau melahirkan di bidan, dan oleh bidan disarankan untuk dirujuk ke Puskesmas. Nah pada proses itulah biasanya terjadi perundingan dalam keluarga untuk mengambil keputusan. Sementara itu untuk proses persalinan hitungannya by  detik by second, mending kalau bisa ditangani di Puskesmas, bagaimana kalau ternyata Puskesmas juga tidak bisa menangani dan harus dirujuk lagi ke Rumah Sakit.

"Untuk keterlambatan transportasi juga bisa menjadi faktor penyebab. Oleh karena itu idealnya semua desa itu memiliki mobil ambulance untuk kepentingan warga disaat masa sulit seperti itu, tidak usah bingung lagi jika semua desa sudah mempunyai ambulance," ujarnya

Untuk mengantisipasi jumlah meninggal ibu dan bayi tersebut, itu harus diatasi dari Hulu atau mengantisipasi 3 Terlambat tadi.

"Maksud mengantisipasi di hulu yaitu tadi mengantisipasi 3 Terlambat, selain itu juga mengatasi ibu yang perawatan kehamilannya kurang baik, serta mengatasi ibu hamil yang jarang memeriksakan kehamilannya ke klinik kesehatan itu semuanya di hulu. Kalau di hilir itu sudah masuk masa persalinan. Jadi kalau di hulu baik, tentunya dihilir juga baik," ungkapnya

Anna juga menambahkan, hingga pada bulan juni tahun 2019 ini, di Kabupaten Sumedang tercatat ada 9 kasus meninggal ibu dan bayi. Sebelumnya pada tahun 2018 tercatat ada 18 kasus. Sehingga saat ini kita mencegah agar jumlah tersebut berkurang.

"Untuk faktor lainnya pemicu kematian ibu dan bayi itu berhubugan langsung dengan kehamilannya, yaitu pendarahan saat hamil, keracunan kehamilan dan penyakit jantung. Selain itu ada juga faktor dari bayinya, seperti ada kelainan pada bayi, berat badan bayi rendah dan ganguan pernapasan," tandasnya ** [Acep Shandy].

Posting Komentar

0 Komentar