Butuh 7 Miliar Pengumpulan Dana Festival Rutilahu dan Peduli Seribu Anak Yatim Tidak Mampu, Baru 645 juta

Kota, KORAN SUMEDANG
Festival Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dan Peduli anak yatim tidak mampu yang digagas Bupati Sumedang, Doni Ahmad Munir, yang membutuhkan anggaran sekitar Rp. 7 miliar, hingga saat ini baru terkumpul Rp. 645 juta lebih dari 37 institusi.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sumedang, Ali Badjri bahwa, hingga saat ini penggalangan dana untuk Festival Rutilahu dan Peduli Seribu Anak Yatim Tidak Mampu baru mencapai Rp. 645 juta lebih.

"Berdasarkan hasil musyawarah dengan pa Bupati dengan berbagai institusi dan para kepala SKPD, Pengusaha, camat dan BLUD dan Baznas Sumedang. Anggaran untuk kegiatan tersebut, dimana rencananya akan memperbaiki 400 Rutilahu dan menyantuni 1000 anak yatim tidak mampu, membutuhkan anggaran senilai Rp. 7 milar. Dengan perhitungan Rp. 17,5 juta untuk perbaiki satu rutilahu dan 2,5 juta untuk seorang anak yatim tidak mampu," ujarnya saat dikonfirmasi KORAN SUMEDANG diruang kerjanya belum lama ini.

Lebih lanjut Ali Badjri menuturkan, untuk mewujudkan kegiatan tersebut, Bupati Sumedang sudah mengundang semua institusi yang ada di Kabupaten Sumedang. Dan hasilnya satu institusi harus bisa menyumbang sekitar Rp. 20 juta.

"Hingga saat ini baru ada 37 institusi baik dari SOPD, BLUD, Kecamatan dan Perusahaan yang sudah menyumbang untuk program tersebut. Sementara untuk Baznas Sumedang akan menyumbang untuk perbaikan 15 Rutilahu," ungkapnya

Sementara untuk anggaran festival rutilahu dan peduli seribu anak yatim tidak mampu ini, lanjut Ali, karena kaitannya dengan infaq dan orang miskin maka harus dimasukan ke rekening Baznas Sumedang dengan kode Bank Penerimaan Dana Infaq dan Shodaqoh terikat, sehingga tidak bisa diganggu sampai semua anggaran kebutuhan tercapai.

"Setiap satu minggu sekali rinciannya kita laporkan langsung ke pa Bupati, agar bupati tahu Dinas atau kecamatan mana yang sudah menyumbang dan yang belum untuk program tersebut. Dan Alhamdullilah setiap seminggu sekali jumlah tersebut terus bertambah, walaupun tidak signifikan. Karena masih jauh dari target," ujarnya

Ali menambahkan, program ini tentunya adalah program yang baik karena untuk membantu orang yang tidak mampu dan juga membantu anak yatim tidak mampu.

"Adanya festival rutilahu dan peduli anak yatim tidak mampu ini juga sebagai upaya pemerintah untuk terus menurunkan angka kemiskinan," tandasnya.

Sementara itu terkait rencana Festival Rutilahu dan Peduli Akan Yatim Tidak Mampu ini digagas oleh Pemerintah Kabupaten Sumedang pada Bulan Februari 2019 dengan membuat surat edaran. Dan hingga Bulan Juli 2019 ini, baru terkumpul Rp. 645 juta lebih dari yang ditargetkan Rp. 7 milar untuk 400 Rutilahu dan 1000 anak yatim tidak mampu yang ada di Kabupaten Sumedang. ** [Acep Shandy].
Share on Google Plus

About Acep Sandi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment