Kegiatan bunda Text Talk diharapkan Menjadi Inovasi Proyek Perubahan Turunkan Angka Stunting di Sumedang

Pamulihan, Koran Sumedang
Sumedang baru-baru ini mendapatkan penghargaan tingkat nasional ketiga "Kampung KB"  Namun  disisi lain Kabupaten Sumedang juga daerah sebagai penyandang stunting tinggi. Ironis Tiga dari sepuluh bayi yang lahir di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat stunting (kerdil).

Pada 2019, angka stunting di Kabupaten Sumedang pun masih sangat tinggi, mencapai 28 persen. Angka ini masih di atas angka standar yang ditetapkan WHO yaitu 20 persen.

Tingginya kasus stunting di Kota Tahu ini pun menjadi perhatian serius berbagai pihak. Prama Prameswara Kepala seksi pengembangan kelembagaan dinas PMD pada Selasa, (9/7/2019)
terkait dengan proyek perubahan Diklat Pim 4 yang di sosialisasikannya  sebagai peserta diklat.

"Kami telah melaksanakan kegiatan sosialisasi sistem informasi pelayanan Posyandu (bunda text talk red) yang di laksanakan di Desa Citali Kecamatan Pamulihan Kabupaten Sumedang.  Dengan tujuan dan harapan kegiatan  bunda text talk ini sebagai inovasi  proyek perubahan untuk mendukung salah satu target Pemda Sumedang dalam menurunkan angka stunting yang di mulai dari Posyandu itu sendiri. Adapun targetnya bisa terimplementasi di seluruh Posyandu yang ada di Kabupaten Sumedang da sampai saat ini posyandu berjumlah 1645. " Jelasnya

 Lebih jauh  Prama mengatakan sosialisasi bunda text talk itu dihantarkan oleh ia sendiri sebagai Peserta Diklatpim 4, Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkup Pemerintahan Kabupaten Sumedang.

Menurutnya, bunda text talk ini sebagai inovasi proyek perubahan, untuk mendukung salah satu target Pemerintah Kabupaten Sumedang dalam menurunkan angka stunting, yang dimulai dari tingkat pos yandu.

"Angka stunting di Kabupaten Sumedang yang cukup tinggi, perlu mendapat perhatian serius dari berbagai stake holder yang ada. Salah satunya, itu yang menjadi bahan pemikiran saya untuk bisa mengatasi masalah tersebut," ujarnya.

Kader pos yandu yang berada ditiap-tiap desa memilki peran penting sebagai ujung tombak, dalam membantu pemerintah untuk mengatasi permasalahan tersebut.

"Oleh sebab itu melalui sosialisasi bunda text talk ini, diharapkan wawasan dan pemahaman mereka soal stunting makin meningkat. Disamping itu diharapkan makin peduli terhadap keluarga yang memiliki anak-anak yang terindikasi stunting, yang berada diwilayah binaannya," bebernya.

Salah satu langkah yang bisa dilakukan, sambungnya, yakni dengan melakukan koordinasi dengan pihak terkait, seperti melalui petugas Puskesmas terdekat."pungkas Prama **(F. Arif)

Posting Komentar

0 Komentar