Penyerapan Anggaran Rendah, Bupati : Itu Tidak Jadi Penilaian Untuk Rotasi Mutasi Saat ini

Kota, KORAN SUMEDANG
Bupati Sumedang, Doni Ahmad Munir memastikan rendahnya penyerapan anggaran APBD Sumedang 2019, dibeberapa dinas saat ini tidak menjadi penilaian atau pertimbangan pada rotasi mutasi pejabat tinggi pratama yang dilakukan saat ini.

"Penyerapan anggaran saat ini kan masih berjalan, untuk evaluasi capaian kinerja itu bisa dilihat diakhir nanti. Ini bisa dibilang masih pertengahan, jadi belum bisa menyimpulkan kinerja secara keseluruhan dari satu institusi," ujar Bupati saat dikonfirmasi KORAN SUMEDANG, sebelum Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Janji Pejabat Tinggi Pratama, Administrator dan Pengawas, di Gedung DPRD Sumedang, Senin (8/7).

Doni mengatakan, bisa saja ada institusi yang anggaran besar tapi realisasinya bisa di bulan Juli dan Agustus. Itu bisa saja terjadi karena pada proses penyerapan anggaran memerlukan lelang atau tender.

"Akan tetapi itu sudah menjadi konsen kami. Dan saya sudah menginstruksikan pa Sekda untuk cek dan ricek, memanggil setiap kepala OPD yang capaiannya rendah, untuk terus dipacu. Karena kita sudah ada nota kerjanya. Makanya untuk rapot kerjanya nanti diakhir," tandasnya

Sebelumnya rendahnya penyerapan anggaran APBD disampaikan oleh Ketua harian Banggar DPRD Sumedang, Atang Setiawan bahwa, penyerapan anggaran APBD pada semester pertama ini sangat rendah, terutama penyerapan anggaran belanja langsung.

"Penyerapan anggaran saat ini, bisa dikatakan penyerapan anggaran paling jelek selama kurun waktu lima tahun terakhir ini. Untuk belanja langsung sampai akhir bulan Juni ini masih dibawah 15 persen di beberapa dinas," tegas Atang di Rapat paripurna dalam rangka penyampaian penjelasan Bupati Sumedang mengenai 2 (Dua) buah Raperda dilanjutkan dengan penyampaian KUA dan PPAS  Tahun Anggaran 2020, di Gedung DPRD Sumedang, Senin (8/7).

Atas dasar itu, lanjut Atang, ini menjadi pembelajaran bagi kita semuanya, kalau penetapan APBD itu sudah ditetapkan tepat waktu. Yaitu akhir November 2018 itu Pengtus (Pengambilan keputusan), dan tentu tahapannya sudah dilakukan mulai awal Januari 2019.

"Tapi ternyata diakhir bulan Juni penyerapan masih dibawah 15 persen. Padahal saat ini kita sudah mau masuk APBD perubahan tahun 2019," tuturnya

Atang menambahkan, rendahnya penyerapan anggaran ini disinyalir adanya kegalauan para pejabat sumedang terkait rotasi mutasi dan promosi jabatan.

"Oleh karena itu agar kejadian ini supaya tidak terus berlanjut, Bupati segera mengisi kekosongan beberapa OPD yang saat ini kosong. Saya contohkan untuk Dinas PUPR penyerapan anggaran baru 1,6 persen, hal itu terjadi kemungkinan karena PUPR tidak ada Kepala Dinas Definitif. Ini saya harap bisa menjadi pertimbangan Bupati," tandasnya ** [Acep Shandy].

Posting Komentar

0 Komentar