Promosi Mutasi Jabatan Hanya Formalitas Belum Tepat Sasaran

Kota,  KORAN SUMEDANG.
Pelaksanaan mutasi Promosi jabatan tentunya sudah di selaraskan dengan mekanisme dan aturan,  bukan sebaliknya, menempatkan pejabat pada mutasi promosi yang dilaksanakan kemarin tersebut masih jauh apa yang diharapkan. Mayoritas golongan 3d senior kalah oleh 3b dan 3c yang baru jadi langsung promosi dan hal tersebut terjadi di Setda Kabupaten Sumedang, kemungkinan juga di SKPD yang lainnya.

Dituturkan oleh Kang Asep Surya sebagai pemerhati kebijakan pemerintah Kabupaten  Sumedang bahwa mutasi dan promosi jabatan kemarin itu banyak terjadi kejanggalan terkesan di paksakan hasilnya masih sama saja dengan bupati sebelumnya, ada guru yang jadi kasie di Disdik Kabupaten Sumedang ironisnya guru di Kabupaten Sumedang sudah jelas kekurangan, selain itu ada juga yang kasie di jabat oleh dua orang di Dinkes Kabupaten Sumedang.

"Proses usulan mutasi itu secara mekanismenya adalah Tiap kepala SKPD mengajukan nominasi ke bupati melalui ketua Badan Pertimbangan Karir dan Jabatan (Baperjakat) ketuanya Sekretaris Daerah, semua usulan di tampung oleh Baperjakat disertai pertimbangan teknis kepegawaian dari BPKSDM Kabupaten Sumedang," kata Kang Asep Surya saat dikonfirmasi Koran Sumedang Kamis (11/7) melalui pesan whatapps.

Selanjutnya,  kata Kang Asep, Tiap usulan SKPD dilakukan penelaahan teknis, untuk tentukan layak dan tidaknya tiap usulan SKPD beserta aspek aspek normatif lainnya.

"Setelah di kaji oleh Baperjakat, usulan tersebut di berikan kepada pembina kepegawaian daerah untuk di tetapkan jadi kebijakan daerah. Lamun hasilna siga kieu, berarti secara teknis mana anu salah? apakah Bupati? atau Baperjakat," jelasnya.

Dikatakan Kang Asep, Untuk kasus dari fungsional guru jadi pejabat struktural itu sah sah saja, cuma ada beberapa tahapan meknisme yang harus ditempuh.

"Jika seorang jabatan fungsional akan mutasi ke jabatan struktural maka sepantasnya ada penyesuaian dahulu sebagai masa orientasi pegawai dimana seorang fungsional tidak serta merta dia bisa melimpah langsung ke struktural ya minimal ada waktu tunggu dulu, misal seorang guru yg mau mutasi jadi struktural di Dinas Pendidikan harus jadi staf Disdik minimal 1 tahun sebagai masa orientasinya, jika periode ke 2 tahun akan jadi struktural minimal org tersebut sudah bisa menyesuaikan pola kerjanya. Di tambah juga harus ada persyaratan tambahan kalo mau mutasi dari fungsional ka struktural," ungkapnya.

Ia melanjutkan, bukan hanya sudah normatif lalu seenaknya saja main pindahkan karena kepentingan atau apalah itu namanya.

"Selain itu juga, ada kejadian dari Dinkes Kabupaten Sumedang pasca mutasi dan primosi kemarin bahwa kasus di Dinas Kesehatan tersebut, kasie Kesga dan gizi  yang lama bu Agnia di ganti sama bu Ai. Tapi kasie lama tetap di kedudukannya. Kasie Survellance dan Imunisasi lama pak Wardiman di ganti pak Hidayat dan yang lama nya tetep di posisinya, apakah hal ini sudah sesuai normatif ?," ujarnya.

Terkait hal tersebut, dikonfirmasi Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang Herman Suryatman mengatakan bahwa sudah sesuai dengan normatif.

"Yang tidak dilantik tempo hari di Dinkes SK nya tersendiri sebagai Kepala Puskesmas, bu Agnia dkk menjadi Kepala Puskesmas. yang bersangkutan telah diberhentikan dan diangkat menjadi pejabat fungsional, kemudian diberi tugas tambahan sebagai Kepala Puskesmas. Sesuai Perbup 31 tahun 2018," kata Sekda Kabupaten Sumedang saat dikonfirmasi Koran Sumedang Kamis (11/7) melalui pesan whatsapp.

Lebih jauh Sekda menjelaskan, bu Agniya kasi kesehatan keluarga dan gizi telah diangkat menjadi kepala puskesmas  Haurngombong dan Wardiman kasi surveilans dan imunisasi telah diangkat menjadi kepala puskesmas Jatigede melalui Kep. Bupati no 821.2/kep.94/BKPSDM/2019 tanggal 8 juli 2019.

"Menyikapi soal guru jadi struktural, pada prinsipnya pejabat fungsional dapat diangkat jadi pejabat administrasi sepanjang memenuhi kualifikasi, kompetensi, kinerja dan kebutuhan organisasi. Pejabat fungsional yang diangkat dalam jabatan administrasi dibebaskan sementara dari jabatan fungsionalnya". Pungkasnya** (Dady)

Posting Komentar

0 Komentar