Satpol PP Kembali Tertibkan PKL Jalan Tampomas

Kota, KORAN SUMEDANG
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sumedang, kembali menertibkan para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang biasa berjualan disepanjang Jalan Tampomas yang berdekatan dengan Pasar Sandang Kabupaten Sumedang.

Menurut Plt Kepala Satpol PP Kabupaten Sumedang, Deni Hanafiah mengatakan, penertiban ini dilakukan karena jalan Tampomas merupakan barometer dan arus hidup di kawasan perkotaan Kabupaten Sumedang.

"Ini bukan yang pertama kali kita menertibkan PKL di jalan Tampomas, karena sebelumnya pernah dilakukan penertiban dan mereka (PKL) sudah diberikan tempat relokasi yang disediakan oleh Pemkab untuk berjualan lagi," ujarnya saat dikonfirmasi sejumlah Wartawan usai melakukan penertiban PKL, (18/7).

Adapun adanya perlawanan dari pedagang, lanjut Deni, sebelumnya kami sudah melayangkan surat himbauan pada Senin kemarin untuk dipersiapkan dalam waktu 3x24 jam.

"Prosedur sudah kita tempuh, dengan memberikan surat himbauan agar mereka bisa mengamankan barang dagangannya. Kita sudah berupaya secara humanis, tapi para pedagang masih saja ada yang berjualan," terangnya

Sementara mengenai adanya keluhan para pedagang Tampomas yang selalu dijadikan sasaran penertiban, Deni menegaskan bahwa kawasan lainnya juga akan dilakukan penertiban.

"Habis dari sini, kemungkinan kita akan maju ke Panyingkiran, dan juga di jalan 11 April," ucapnya.

Deni berharap, agar para PKL tidak kembali berjualan di sekitar jalan Tampomas. Pemkab harus segera melakukan penataan di kawasan tersebut yang kini sudah satu jalur. Begitu juga dengan tempat relokasi yang layak bagi PKL baik yang berada di Jalan Tampomas, Panyingkiran dan 11 April.

"Untuk menertibkan itu relatif mudah, yang sulit itu, pasca penertiban. Karena kalau tidak segera ditindaklanjuti dengan menata jalan Tampomas, kemungkinan mereka akan berjualan kembali lagi, karena ini jalur keramaian. Bisa saja kedepan pakai trotoar, supaya space untuk berjualan itu relatif berkurang," tandasnya.

Pantauan KORAN SUMEDANG dilapangan, aksi penertiban tidak mendapatkan perlawanan dari sebagian besar PKL. Hanya saja ada beberapa PKL dan HIWAPA yang menuntut agar Satpol PP juga membongkar 5 Kios di Blok Pancawarna Pasar Sandang yang dianggap melanggar site Plan, karena kawasan 5 kios tersebut merupakan kawasan resapan air dan paru-paru udara daripada pasar. *** [Acep Shandy].
Share on Google Plus

About Macko

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment