KOTA, KORSUM.NET- Dalam rangka memenuhi data yang beragam, baik data statistik dasar, statistik sektoral, dan statistik khusus sesuai dengan amanat Undang-undang No. 16 Tahun 1997 tentang Statistik, BPS di tingkat provinsi maupun kabupaten sampai dengan kecamatan melakukan kegiatan penyusunan data melalui Daerah Dalam Angka (DDA).

Publikasi DDA merupakan referensi bagi pemerintah daerah dalam membuat perencanaan pembangunan di daerahnya”, kata Jaih Ibrohim, S.Si. Kepala Bidang IPDS BPS Provinsi Jawa Barat dalam Focus Grup Discussion Kabupaten Sumedang Dalam Angka 2019,  Senin (12/8) di Ruang Rapat Hotel Asri Asia Plaza Sumedang dengan peserta sebanyak 18 SKPD dan seluruh Koordinator Statistik Kecamatan BPS Kabupaten Sumedang.

Menurutnya, DDA  disusun dengan  maksud untuk menyediakan dukungan data dan informasi bagi pemerintah daerah, swasta dan masyarakat untuk dipakai dalam perencanaan, pengendalian dan evaluasi pembangunan daerah, juga Sebagai informasi untuk pengambilan atau perumusan kebijakan pembangunan daerah.

“selain itu DDA juga sebagai informasi bagi dunia usaha/swasta/berbagai pihak lainnya dalam berinvestasi serta referensi sesuai kebutuhan masing-masing. Dan menjembatani kebutuhan data sektoral (sekunder) yang tersedia setiap tahun”. Imbuhnya.

Masih menurut Jaih Ibrahim, manfaat penyusunan DDA ini agar terbaharuinya data dan informasi  yang akurat, berkesinambungan dan tepat waktu, dengan sajian dalam bentuk yang baik dan mudah dipahami sebagai data dasar pembangunan di Kabupaten Sumedang.

“Dalam proses penyusunan, sumber data yang digunakan adalah data primer yaitu dari data BPS, dan sekunder dari siMdasi, juga datang langsung ke SKPD/Instansi. Sedangkan media pengumpulan datanya berupa softcopy (simdasi, email, website) dan Hardcopy (media kertas)” tambahnya.

“setelah itu kita melakukan kompilasi produk administrasi, dengan cara pengumpulan, pengolahan, penyajian dan analisis data yang didasarkan pada catatan administrasi yang ada pada  pemerintah dan atau masyarakat. Namun meski disusun oleh BPS, Daerah Dalam Angka berisi sekitar 80   persen data yang bersumber dari SKPD (Satuan Kerja Perangkat  Daerah) serta instansi/institusi di daerah setempat”. Pungkasnya.

DR Iwa Kuswaeri Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Persandian dan Statistik Kabupaten Sumedang yang juga sebagai narasumber pada kegiatan tersebut menyambut baik dan apresiasi kepada BPS atas diselenggarakannya  Focus Grup Discussion, yang mana untuk mewujudkan keterpaduan dan sinkronisasi data.

“Peran data sangat penting dalam pembangunan, karena sebagai dasar untuk penyusunan kebijakan rencana pembangunan, juga sebagai acuan dalam  menentukan batasan-batasan dalam  pembangunan, data juga berfungsi sebagai panduan dalam  pelaksanaan  pembangunan agar sejalan dengan  indikator-indikator yang telah ditetapkan, sehingga nanti sebagai evaluasi hasil pencapaian pembangunan” katanya.