KOTA, KORSUM.NET - Bergulirnya hasil akhir seleksi terbuka pimpinan tinggi pratama yang memunculkan 24 nama dengan nilai terbaik untuk merebutkan 8 formasi. Ke-24 nama itu punya kesempatan menjadi kepala SKPD, tetapi bupati harus memilih 8 nama.

Meski hak prerogatif, saya tidak akan jual beli jabatan. Demikian janji Bupati Doni Ahmad Munir saat ditanya wartawan, dan kalimat itu diucapkan berkali - kali terkait rumor adanya 'bisik-bisik tetangga'.

"Saya akan bertindak obyektif dan normatif demi misi dan visi Sumedang Simpati. Syukur tidak ada isu wani piro karena Pansel sudah bekerja obyektif, tidak ada intervensi dari manapun, " tutur bupati di Gunung Kunci, Jumat (30/8).

Inilah buktinya lanjut dia, meski banyak yang kecewa. Namun itulah komitmen yang harus diwujudkan pemerintah secara obyektif.

Ditanya soal kreteria orang yang akan dipilih?. Bupati menyebut, akan melihat dari Panselnya seperti apa, dan dilihat juga trek record semua peserta yang lolos seleksi dari segi baiknya, buruknya dan prestasinya.

"Kami akan uji wawancara, seperti apa terobosan dan inovasi yang akan dia lakukan, termasuk kesiapan lahir bathin untuk membangun Sumedang ini, " tandasnya.

Ditempat terpisah, hasil seleksi terbuka (open bidding) menjadi topik hangat pembicaraan para ASN dilingkungan Pemda. Mereka percaya bupati tidak akan ada jual beli jabatan dalam memilih calon eselon 2.

 Meski bupati tidak akan jual beli jabatan, namun diragukan bila ada 'bisik - bisik tetangga yang titip menitip' datang dari lingkungan bupati sendiri atau dari para mantan tim suksesnya untuk gol kan salah satu nama. Sehingga omong kosong tidak ada jual beli jabatan itu.**