DLHK Kabupaten Sumedang, Intensifkan Pembinaan Terhadap Industri yang Menghasilkan Limbah Cair

KOTA, KORSUM.NET
Dalam rangka pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan  serta sinergitas dalam mensukseskan Program Citarum Harum. Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Sumedang, gencar melakukan kegiatan evaluasi pengelolaan lingkungan hidup dan pemantauan limbah cair, terutama kepada industri yang menghasilkan limbah cair dari proses produksinya.

Menurut Kepala DLHK Kabupaten Sumedang, H. Amim melalui Kepala Bidang Penataan dan Penataan Hukum Lingkungan H. Budi Irawan yang didampingi oleh
Kepala Seksi Pembinaan dan Pengawasan pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Sumedang, Fery Satria mengatakan, kegiatan evaluasi pengelolaan lingkungan hidup dilakukan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan dari ketentuan dan persyaratan dalam dokumen/izin lingkungan yang dilakukan oleh setiap industri serta untuk  memastikan jika limbah cair yang dihasilkan oleh industri  memenuhi batu mutu lingkungan.

"Untuk sasarannya adalah  industri industri yang menghasilkan limbah cair dari proses produksi dan membuangnya ke saluran lingkungan yang terkoneksi dengan Sungai Citarum. Untuk indikatornya adalah memastikan bahwa hasil olahan air limbah industri memenuhi baku mutu lingkungan sebelum dibuang ke badan air penerima," ujar Fery saat dikonfirmasi KORSUM.NET di ruang kerjanya, Kamis (15/8).

Lebih lanjut Fery menuturkan, untuk jumlah industri di Kabupaten Sumedang yang  menghasilkan limbah cair dan telah  memiliki Izin Pembuangan Air Limbah sebanyak 31 industri dan mereka (pelaku Industri) mempunyai kewajiban untuk melaporkan hasil uji swapantau air limbah industrinya ke Pemerintah Daerah dan dalam hal ini DLHK.

"Secara keseluruhan mereka sudah melaporkan hasil swapantau limbah cair yang dihasilkan oleh industrinya, akan tetapi untuk memastikan konsistensi industri tersebut dalam melakukan pengolahan  air limbah, maka Pihak DLHK harus punya hasil uji kualitas air limbah dari setiap industri tersebut sebagai pembanding pembanding. Dan nanti hasilnya akan dibandingkan dengan hasil uji yang dilakukan oleh DLHK," tegasnya.

Idealnya untuk uji limbah tersebut, sambung Feri, dilaksanakan dalam waktu satu bulan sekali. Akan tetapi karena keterbatasan anggaran, pihaknya hanya bisa melakukan uji swapantau air limbah dalam kurun waktu satu tahun sekali.

"Hasil uji air limbah itu bisa berubah setiap saat,  dalam hitungan jam atau menit  saja bisa berubah. Apalagi untuk pengolahan air limbah  yang menggunakan sistem biologi. Untuk itu kita lakukan kegiatan evaluasi pengelolaan lingkungan hidup dan pemantauan limbah cair agar limbah cair yang dihasilkan oleh industri benar benar terpantau," ucapnya

Masih kata Fery, jika nanti ditemukan ada industri yang hasil uji swapantaunya terdapat parameter limbah cair yang melebihi baku mutu lingkungan. Maka tentunya kita akan tingkatkan ke Pengawasan.

"Kita akan mengkaji  bagaimana bisa terjadi seperti itu, Apakah  karena  sistemnya, pengelolaan yang kurang maksimal atau faktor kesengajaan. Setelah  itu  pihaknya akan melakukan penanganan secara lebih lanjut sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan-undangan mengenai lingkungan hidup yang berlaku," ujarnya

Sesuai dengan  UU No 32 tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Menteri, gubernur, atau bupati/walikota menerapkan sanksi administratif kepada penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan jika dalam pengawasan ditemukan pelanggaran terhadap izin lingkungan. Dimana sanksi administratifnya berupa teguran tertulis, paksaan pemerintah, pembekuan izin lingkungan, hingga pencabutan izin lingkungan, yang diterapkan secara berjenjang.

"Dengan adanya kegiatan evaluasi pengelolaan lingkungan hidup ini, Saya berharap agar ketaatan setiap penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan terhadap ketentuan ketentuan hukum lingkungan semakin meningkat," tandasnya. **
Share on Google Plus

About Acep Sandi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment