KOTA - KORSUM.NET - Aksi dugaan penganiayaan yang dilakukan oknum siswa SMAN 1 Sumedang (Smansa) terhadap temannya sudah  berakhir  dengan islah  atau  berdamai antara  kedua  belah pihak pihak. Namun dugaan aksi  penganiayaan tersebut, disesalkan salah seorang alumni Smansa angkatan Tahun 2003 , Agung Nugraha yang juga atlet nasional sepatu roda.

Menurutnya, kejadian tersebut tidak sepantasnya dilakukan seorang pelajar, apalagi siswa Smansa yang memiliki citra baik di masyarakat. "Saya pribadi merasa terpukul atas kejadian ini, biasanya berita - berita prestasi yang muncul, bukan kasus seperti ini," katanya kepada Korsum.net di kampus Smansa, Kamis (8/8).

Sebagai alumni, yang memiliki ikatan batin dengan Smansa, dia mencari tahu informasi yang sudah beredar dimedia  masa  dan  medsos ke pihak sekolah, tentang  kebenaran berita yang dianggap aib itu.

"Intinya, siswa kalau ada apa - apa itu, jangan asal main sebar di Medsos, karena yang pertama menjadi perbincangn di kalangan alumni itu berawal dari Medsos," tuturnya.

Bahkan kepada para guru di sekolah itu, dia meminta untuk lebih mengawasi murid - muridnya, agar jangan sampai kejadian serupa terulang kembali. 

Sementara itu, Kepala Smansa Dadang Kusmara mengatakan, ingin  meluruskan kejadian sebenarnya bahwa tidak ada baku hantam dalam peristiwa itu, melainkan dugaan penganiyaan yang dilakukan salah seorang siswa terhadap temannya.

"Saya kira permasalahan ini sudah  clear (beres red) , karena telah diselesaikan secara kekeluargaan," ucapnya.

Tentang pelaku yang dikembalikan kepada orang tuanya, menurut dia, sebagai langkah terbaik yang dilakukan pihak sekolah, demi masa depan yang bersangkutan.

"Bukan dikeluarkan, namun dikembalikan. Karena kami juga masih berupaya mencarikan sekolah yang baru, untuk melanjutkan proses KBM nya yang bersangkutan," pungkas Kepsek Dadang.