KOTA, KORSUM.NET - Kerap kali terjadi bahkan sudah dianggap hal yang biasa bahwa pembayaran Pemakaian air PDAM bukan berdasarkan Pemakaian airnya melainkan sekaligus konsumen membayar anginnya pula, selain itu, water meter yang ada di konsumen diduga tidak pernah di tera, sementara, soal tera sudah ada ketentuan hukum dan tangungjawab perusahaan.

"Sebagai pelanggan Perusahaan Air Minum Daerah ( PDAM )  Tirta Medal Sumedang, sudah sepatutnya para pelanggan mengetahui apa yang di maksud tera ulang meteran air.  Hal demikian perlu di sosialisasikan kepada konsumen agar terciptanya tertib ukur yang jujur dan transparan untuk pelanggan dan juga penyedia jasa," ungkap Agus Suhendi sebagai konsumen sekaligus Ketua Ormas Laskar Merah Putih saat dikonfirmasi
KORSUM.NET Sabtu (24/8) dikediamannya.

Hal tersebut, kata Agus, Sesuai dengan Undang-Undang No 2 tahun 1981 tentang metrologi legal dan UU No. 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen.
   
"Ketika saya bayar mau musim hujan yang airnya lancar ataupun mau musim kemarau yang airnya digilir itu sama saja, tidak ngaruh. Makanya saya menduga PDAM Tirta Medal Sumedang dengan jumlah pelanggan sekitar 34.000 pelanggan, belum melaksanakan atau menera ulang meteran pelanggan," tegasnya.

Ia melanjutkan, Pasalnya jika tidak dilaksanakan tera ulang besar kemungkinan alat meteran dan beberapa komponen nya mengalami korosi dan tidak bisa mengukur debit air dengan benar dan riil serta akan mengakibatkan kerugian yang di alami oleh pelanggan juga kemungkinan oleh penyedia jasa atau PDAM  Tirta medal sumedang.
   
"Seperti yang termaktub dalam peraturan pemerintah (PP) RI No 16 tahun 2005 tentang Pengembangan sistem penyediaan air minum ( SPAM ) di pasal 11 ayat 2 berbunyi, untuk mengukur besaran pelayanan pada sambungan rumah dan hidran umum harus di pasang alat ukur berupa meter air dan ayat 3 berbunyi untuk menjamin keakurasian , meter air sebagaimana maksud ayat 2 wajib di tera secara berkala oleh instansi berwenang," ujarnya.

Dikatakan Agus, yang menjadi pertanyaan apakah PDAM Tirta Medal Sumedang pernah melakukan tera ulang pada pelanggannya? atau memang belum?

"Tercatat di PP No.16 tahun 2005 pada bab  XI  bahwa jika perusahaan air minum tidak melaksanakan hal tersebut makan akan atau bisa di kenakan sanksi administratif sampai dengan sanksi penghentian sementara dari penyelenggara sistem penyedian air minum," katanya.

Sebelumnya, KORSUM.Net Rabu (21/8) telah mencoba untuk mengkonfirmasi PDAM Tirta Medal Kabupaten Sumedang, bahkan telah mengisi buku tamu sekaligus kontak person kata staf humas para pejabat sedang tidak ada di kantor. Hingga berita ini ditayangkan, belum ada konfirmasi dari pihak PDAM Tirta Medal Kabupaten Sumedang.**