KOTA, KORSUM.NET - Untuk mewujudkan dan meningkatkan semangat kebangsaan tanpa harus menghilangkan identitas perbedaan etnis, agama, ras, budaya, dan golongan. Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sumedang, melaksanakan Kemah Pembauran Kebangsaan dengan tema Bersatu Dalam Perbedaan yang diikuti ratusan peserta dari berbagai paguyuban atau asosiasi lintas etnis, suku, dan agama.

Kemah Pembauran Kebangsaan yang dilaksanakan di Kampung Toga tersebut dibuka langsung oleh Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir, Selasa (27/8).

Dalam sambutannya Dony menginginkan Kabupaten Sumedang menjadi contoh pembauran antar anak bangsa dan berharap kegiatan tersebut dapat mendorong Sumedang menjadi Kabupaten yang berhasil dalam pembauran warganya.

“Sumedang harus menjadi role model pembauran bangsa. Dimana kita bisa saling menghargai dan menghormati perbedaan. Semoga dengan kegiatan ini, benar-benar akan membaurkan semua elemen bangsa untuk bersatu padu membulatkan tekad bersama-sama membangun Sumedang,” ujarnya

Lebih lanjut Dony mengatakan, sebagai warga Indonesia kita patut bersyukur atas kedamaian dan  kenyamanan hidup di bumi nusantara, walau berlatar belakang perbedaan suku bangsa, bahasa, agama, budaya, dan wilayah.

“Banyak negara yang hancur karena masing-masing unsur bangsa tidak mau bersatu padahal berasal dari suku yang sama, memiliki bahasa yang sama wilayah yang sama, bahkan agama yang sama. Tapi di kita tidak terjadi, karena bangsa Indonesia memegang erat empat pilar kebangsaan yang diwariskan para pendiri bangsa, yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI adalah pemersatu bangsa sebagai konsensus para founding father  Indonesia yang harus terus kita jaga," tegasnya

Pada kesempatan tersebut juga Dony mengajak, para peserta Kemah Pembauran Kebangsaan untuk menjadi garda terdepan dalam menangkal berbagai usaha yang akan menghancurkan kesatuan dan persatuan bangsa.

“Forum ini harus menjadi ajang koordinasi dan komunikasi berbagai masalah kebangsaan  yang mungkin timbul dan menanggulanginya sedini mungkin. Dan menjadi bagian dalam merekatkan bangsa,” tandasnya

Sementara itu ditempat yang sama Kepala Kantor Kesbangpol Kabupaten Sumedang, Rohayah Atang mengatakan, kegiatan ini merupakan dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT RI ke 74, selain itu juga melaksanakan amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) 34 Tahun 2006 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Pembauran Kebangsaan di Daerah. Dan maksud diadakan kegiatan ini yaitu dengan memberikan bekal pengetahuan dan pemahaman yang baik mengenai forum pembauran kebangsaan.

“Tujuannya adalah mewujudkan dan meningkatkan semangat kebangsaan tanpa harus menghilangkan identitas perbedaan etnis, agama, ras, budaya, dan golongan,” ujarnya

Sementara itu untuk peserta, lanjut Yayah, diikuti sebanyak 100 orang yang merupakan perwakilan dari berbagai paguyuban atau asosiasi lintas etnis, suku, dan agama yang ada di Kabupaten Sumedang.

“Semua yang diundang dari berbagai latar belakang yang berbeda suku, agama dan budayanya. Mudah-mudahan kegiatan ini juga bisa dilaksanakan lagi di tahun depan dan lebih banyak lagi peserta yang mengikutinya,” ucapnya

Adapun kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, hari ini Selasa sampai Rabu, 27-28 Agustus 2019, para peserta akan mengikuti berbagai  materi yang disiapkan panitia termasuk kegiatan untuk mendekatkan sesama peserta seperti api unggun.

“Nantinya para peserta akan diberikan materi yang akan disampaikan oleh unsur Forkopimda dan Ketua Forum  Pembauran Kebangsaan Kabupaten Sumedang," ujarnya

Yayah juga menambahkan, diharapkan dengan adanya kegiatan ini yaitu terciptanya semangat kebersamaan, kekeluargaan dan gotong royong diantara sesama peserta kemah.

"Jadi saya berharap dengan adanya kegiatan ini, tidak hanya dijadikan ajang kumpul kumpul semata, tatapi hasilnya ada sesuatu hal yang dapat diaplikasikan dilingkungan masing masing, bahwa kita memang berbeda beda, tapi tetap satu NKRI," tandasnya **