Kompol (Purn) Setya Widodo

KOTAKORSUM.NET-Berniat ingin membantu Orang Terkena Dampak (OTD) Pembangunan Waduk Jatigede untuk mendapatkan Uang Santunan Dampak Sosial Pembangunan Waduk Jatigede, Mantan calon Bupati di Pilkada 2018 lalu yang juga ikut dalam perhelatan Anggota Legislatif di Pemilu 2019 ini, Kompol (Purn) Setya Widodo harus menelan pil pahit lagi, setelah dirinya ditipu oleh YN  yang juga mengaku ingin turut membantu OTD yang mengakibatkan uang pribadinya melayang Rp.1 Miliar lebih.

Menurut Kompol (Purn) Setya Widodo bahwa, dirinya memang sudah mengenal YN alias Yono beberapa tahun kebelakang. Dan pada awal bulan agustus 2018, YN datang ke rumah, dan memohon untuk membantunya dalam memperjuangkan dan turut membiayainya, selama para warga OTD Waduk Jatigede yang belum mendapatkan uang santunan dampak sosial pembangunan waduk Jatigede tersebut berproses di Pengadilan Negeri.

"Karena saya ingin jadi orang bermanfaat, dan kebetulan saya juga menguasai hukum. Sehingga hingga akhirnya bersedia membantunya. Dengan kesepakatan mereka (Warga OTD) sanggup mengembalikan uang bekas dana operasional selama proses gugatan di PN," ujarnya saat dikonfirmasi
 KORSUM.NET di kediamannya, Kamis (15/8).

Adapun biaya operasional dalam proses gugatan di Pengadilan, lanjut Setya Widodo, menurut YN dan komplotannya mencapai Rp.3 sampai dengan Rp.5 juta untuk satu perkara.

"Dalam hal ini saya yang membuat berkas gugatan warga OTD tersebut. Sedangkan YN dan komplotannya yang mengumpulkan berkas dan data data warga OTD yang belum mendapatkan uang santunan dampak sosial pembangunan waduk Jatigede. Jadi saya bekerja hampir setiap hari untuk membuat berkas gugatan, dan setelah selesai berkas gugatan tersebut saya berikan ke YN dan komplotannya untuk didaftarkan di PN beserta uang operasionalnya. Dan setiap berkas gugatan yang saya berikan, YN dan komplotannya selalu datang lagi dan memberikan bukti pendaftaran yaitu no perkara dari PN beserta dengan kuitansi. Bahkan selain itu YN dan komplotannya juga suka memberikan hasil putusan dari PN, jika gugatannya sudah selesai proses persidangan," tuturnya

Selama hampir 8 bulan membantu YN, sambungnya lagi, saya sudah membuat sebanyak 341 berkas gugatan beserta dengan dana operasionalnya. Dan berkas gugatan tersebut sudah didaftarkan katanya oleh YN dan komplotannya karena ada bukti yaitu kuitansi, nomer perkara dan putusan dari PN untuk perkara yang sudah disidangkan.

"Saya awalnya percaya saja, karena waktu itu, untuk meyakinkan saya, YN sempat membawa warga yang belum mendapatkan uang santunan dampak sosial pembangunan waduk Jatigede tersebut ke rumah saya. Bahkan KTP nya pun dikumpulkan. Sementara uang pribadi saya yang sudah dikeluarkan untuk 341 berkas gugatan tersebut mencapai Rp. 1 Miliar lebih," ucapnya.

Sementara awal terbongkarnya kebohongan YN CS, lanjutnya lagi, yaitu pada bulan Maret 2019, dimana waktu itu Satker Jatigede melakukan verifikasi terhadap OTD yang melakukan gugatan.

"Dengan adanya verifikasi dari pihak Satker Jatigede terhadap OTD yang melakukan gugatan. Saya pun turut mengecek berkas gugatan yang sudah saya buat itu. Ternyata semuanya tidak ada, nomer perkara itu tidak ada. Dan setelah saya cari informasi, termasuk saya cek Penetapan Keputusan PN itu. Jadi nomer perkara dan Penetapan PN pun dipalsukan," ujarnya

Atas kejadian tersebut, tambah Widodo, saya sudah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Sumedang pada Bulan Maret.

"Saya sudah melaporkan langsung kejadian tersebut, Adapun yang laporkan adalah 8 orang yaitu berinisial YN, T, AS, M, TT, R, AM dan satu lagi. Jadi dalam melakukan aksinya mereka sudah ada perannya masing, dari yang menjadi saksi, memalsukan surat dari PN," ujarnya

Widodo berharap, kalau ada masyarakat yang merasa dirugikan seperti apa yang dialaminya, untuk turut melaporkan juga. Karena dikawatirkan ada korban lain. Dan kalau saat ini YN dan TT sudah diamankan oleh pihak kepolisian.

"Saya tentunya sangat berterima kasih kepada Kepolisian Polres Sumedang yang sudah menangkap dua orang yang sudah menipu saya. Dan saya juga berharap agar polres sumedang juga terus mengembangkan kasus ini, sehingga bisa menangkap yang lainnya," tandasnya

Sementara dikonfirmasi akan hal tersebut, Kapolres Sumedang AKBP Hartoyo, membenarkan akan adanya laporan dari Kompol (Purn) Setya Widodo.

"Iya benar ada laporan dari beliau, kalau tidak salah 4 atau 5 bulan kebelakang. Kemudian kita sudah proses dan sudah kita tetapkan pelakunya, atau orang yang dilaporkan menjadi tersangka," tegasnya saat dikonfirmasi 
KORSUM.NET usai mengikuti, Upacara HUT ke 74 RI di Alun alun Sumedang, Sabtu (17/8).

Dalam penanganan pelaporan oleh Kompol (Purn) Setya Widodo, lanjut Kapolres menurutnya, pihaknya tidak ada perlakuan istimewa walaupun pelapor tersebut merupakan Purnawirawan Polri.

"Jadi prosesnya biasa biasa saja tidak ada yang istimewa. Namanya pelapor kita kan tidak melihat dia itu purnawirawan Polri atau masayarakat umum, setiap pelapor kita perlakuan sama," ucapnya

Sementara itu ketika disinggung dengan postingan Kompol (Purn) Setya Widodo di media sosial, yang mengajak masayarakat untuk turut melaporkan atas ulah terduga pelaku. Kapolres menjawab, itu diluar sepengetahuan dan diluar urusan kita.

"Intinya saat ini baru beliau saja yang melaporkan atas kasus tersebut, dan jika ada masyarakat yang merasa dirugikan juga, silakan melaporkan," tegasnya

Kapolres menambahkan, saat ini baru ada satu orang yang ditetapkan sebagai tersangka. "Saat ini, kasusnya masih dalam perkembangan, nanti lihat saja hasil perkembangan penyidikannya," tandasnya. *