PDAM Sudah Tidak Sehat?

KOTA, KORSUM.NET - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Medal Sumedang belakangan ini diterpa isu aroma tak sedap. Di isukan BUMD ini kondisinya sudah tidak sehat, kolap, merugi, pelayanan makin buruk. Bahkan, gaji dan THR karyawan dihebohkan tidak terbayar akibat overload-nya jumlah karyawan tersebut.

Beredarnya isu yang sempat ramai di Medsos itu, Komisi 2 DPRD beberapa waktu lalu memanggil pihak PDAM. Namun saat itu Direktur dan Humas PDAM tidak hadir, hanya mengutus 3 orang stafnya.

Di ruang rapat, anggota komisi 2 DPRD mencecar sejumlah pertanyaan kepada pihak PDAM yang tampaknya ingin meyakinkan sehat atau sakitnya PDAM yang diisukan sudah tak sehat, kolap, merugi, serta pelayanan semakin memburuk.

"Apakah saat ini kondisi PDAM sehat?. Kami berharap PDAM bicara jujur karena jika ada yang sakit, kami dapat menganalisa," demikian pertanyaan yang dilontarkan Ketua Komisi 2 Dadang Romansyah, ke-3 orang staf PDAM.

Usai rapat kepada wartawan, Ketua Komisi 2 menyebut PDAM masih sehat, meski masih ada kekurangan sehingga perlu dianalisa untuk meningkatkan kinerja PDAM hingga benar-benar sehat.

"Dianggap sehat betul juga tidak, karena tidak sakit. Tapi berharap kedepan PDAM bisa memberi pelayanan maksimal, atau setidaknya keluhan masyarakat berkurang terlebih musim kemarau ini," paparnya.

Hingga saat ini lanjut Dadang, PDAM masih mengandalkan penyertaan modal pemerintah daerah sehingga PDAM masih hidup. Tapi bukan permasalahan karena sudah tertuang dalam Perda.

"Tapi jangan harap PDAM akan profesional, jika masih mengandalkan penyertaan modal. PDAM harus mampu menghidupi sendiri, bukan PAD dulu yang diselamatkan tapi pelayanan diutamakan," tandasnya.

Menurut Kabid Perencanaan PDAM Rohendi menyebut, yang disampaikan DPRD bahwa bagaimana PDAM menyikapi soal isu beredar di masyarakat. Namun dalam isu itu tidak semua benar.

Soal isu PDAM tidak sehat kata dia, tidak benar karena hasil audit menunjukan kinerjanya sehat. Namun soal kelebihan jumlah karyawan PDAM, agar lebih jelas, ada pimpinan yang lebih berkafasitas menjawab pertanyaan itu.

Termasuk gaji dan THR karyawan PDAM yang diisukan tidak terbayarkan, tidak terjadi karena perusahaan membayar tepat waktu.

"Namun kami harus jujur, sampai saat ini masih banyak keluhan masyarakat soal pelayanan PDAM. Kami ingatkan bahwa debit air yang dikelola PDAM sangat terbatas," ujarnya.**(Yf saefudin)
Share on Google Plus

About Iyep Saefudin

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment