Pelaksanaan Open Bidding Normatif, Tapi Prosesnya Disinyalir Sarat Kepentingan

Gambar Ilustrasi Sumber Internet
KOTA, KORSUM.NET - Pelaksanaan Open Bidding atau seleksi terbuka untuk Penempatan jabatan pimpinan tinggi (JPT) Esselon II b sedang dalam proses, dari 52 peserta akan memperebutkan 8 jabatan kepala SKPD yang kosong.

"Pelaksanaan open bidding untuk esselon II b besok pagi tersebut itu adalah normatifnya sudah ditempuh,  mekanismenya juga sudah tertata baik artinya tidak bisa peserta yang mengikuti open bidding untuk di salah satu  SKPD hasilnya nanti di luar jalur koridornya yang di tempuh," jelas Pemerhati Kebijakan Pemerintah, Kang Asep Surya Nugraha, saat dikonfirmasi Korsum.net, Rabu (7/8).

Dan mudah-mudahan, kata Asep, apa yang direncanakan Pelaksanaan open bidding sesuai dengan mekanisme dan betul betul dilaksanakan secara profesional dan konsekuen, tidak terjadi lagi pelaksanaan mutasi promosi jabatan yang dilaksanakan kemarin terulang kembali sekarang ini, karena pelaksanaan mutasi promosi Jabatan kemarin benar benar tidak terencana dengan matang, terburu buru karena sarat kepentingan.

"Hasil open bidding nanti akan ada tiga nama kandidat di meja bupati dari masing masing 8 Jabatan yang kosong, yang di open bidding kan dan bupati akan memutuskan siapa yang layak karena hak prerogatif bupati. Jadi normatif sudah ditempuh, interaktif atas kepentingan saya menduga akan sangat kental dan eksekusi oleh hak prerogatif bupati, jadi apakah Pelaksanaan open bidding itu hanya seremonial saja?. Apa bisa nanti bupati mengesampingkan kepentingannya lebih mengutamakan profesional kinerja, dan kredibilitas kinerja untuk staf nya nanti?.  Saya rasa, sangat tipis harapan saya, kepentingan tetap kepentingan,  apalagi yang sudah banyak membantu Visi Misi Sumedang Simpati," jelasnya.

Ia melanjutkan, bagaimana dengan nasibnya pejabat yang Demosi? Demosi bukan karena kesalahan tapi hanya demi kepentingan perampingan organisasi.

"Saya berharap,  ketika kekosongan 8 jabatan sudah terisi nanti otomatis akan ada kekosongan jabatan kembali di Esselon bawahnya, coba lihat mereka, tidak sedikit yang menempuh S2 golongan tinggi, tapi masih saja jalan di tempat karena sudah jadi korban kepentingan, bahkan ada kasie golongannya sama 4b dengan camat, konsekwen lah dengan apa yang dikatakan di depan publik bahwa akan sesuai dengan prosedur, tidak ada wani piro,  akan sesuai dengan keahliannya," tandasnya.**
Share on Google Plus

About Dadi Supriadi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment