Pelanggan PLN Kecewa, Di Token Listrik Muncul Denda

KOTA, KORSUM.NET-Pelanggan PLN di Lingkungan Barak Kelurahan Situ merasa kecewa dengan apa yang telah terjadi di Token Listriknya tersebut. Pasalnya, ketika token listrik itu mau di isi ulang pulsanya, tiba-tiba tidak bisa di isi pulsa token tersebut dikarenakan ada denda yang harus dibayarkan, ujung ujungnya token listrik tersebut ter blokir dengan sendirinya karena ada tunggakan atau denda yang harus di selesaikan.

“Saya merasa kecewa dengan PLN di Kabupaten Sumedang ini, pasalnya, ketika saya mau mengisi pulsa karena token listrik saya pulsanya sudah mau habis, otomatis kalau tidak di isi ulang token tersebut, maka listriknya akan mati. Tapi ini mengherankan, ketika saya mau isi ulang pulsa token, tiba-tiba tidak bisa di isi ulang, malah muncul pesan bahwa saya harus membayar dendanya. Lalu pertanyaan saya, ko bisa ada denda, ini kan token bukan KWH, sistem token ketika di isi pulsanya listrik akan menyala kalau tidak di isi pulsanya ya otomatis  listrik pun tidak akan menyala,” jelas sumber Koran Sumedang yang meminta namanya tidak di tuliskan saat dikonfirmasi Kamis (8/8) di kediamannya.

Sumber menjelaskan, kejadian serupa ini tidak hanya ke dirinya saja, melainkan tetangga dan teman saya pun sama. Denda tersebut berpariasi ada yang dua puluh ribu, sembilan ribu ada juga yang diatas dua puluh ribu, kalau memang bervariasi artinya tidak sama, maka hal itu tidak masuk logika saja.

“Kalau KWH saya mengerti, ini token bukan KWH, kenapa juga harus muncul bahwa di blokir, kalau sudah melakukan pembayaran denda maka listrik akan menyala lagi. Awalnya saya pake meteran atau KWH setelah itu di ganti dengan token dan sudah dua tahun ini saya pake token tidak ada kendala, pulsa token habis lalu dibayar listrik pun nyala lagi, tapi kenapa kemarin ini begitu mau ngisi pulsa tidak bisa di lakukan karena sudah di blokir sebabnya denda belum dibayar,”jelas sumber.

Dikonfirmasi Koran Sumedang Humas Area PLN Sumedang Ali mengatakan bahwa kalau ada peralihan dari KWH ke token itu akan di proses dan kalaupun ada yang belum di selesaikan maka adimistrasi harus di segera di selesaikan setelah itu baru diproses dan langkah selanjutnya segera peralihan dari KWH ke Token.

“Kalau ada token yang ke bolkir itu ada beberapa penyebabnya, pertama pelanggan mempunyai cicilan dan tiba-tiba kena pelanggaran namanya P2TL artinya ada sesuatu yang dilanggar pelanggan itu yang pertama. Dan yang kedua, yang ke bloking itu perpindahan dari yang biasa (KWH) ke token dari pemakaian sebelumnya biaya dari yang KWH belum tertagihkan karena rekening untuk pembayaran belum keluar,”jelas Ali.

Dijelaskan Ali, yang namanya denda itu P2TL (Penertiban Pemakian Tenaga Listrik), P2TL itu tidak mengenal pulsa atau yang biasa, selama ada pelanggaran maka pelanggan akan dikenakan P2TL, pelanggaran yang dilakuakn seperti kabel yang masuk ke KWH di cabut, atau segelnya di putus dan hal tersebut bisa saja terjadi.

“Bisa mengetahui pelanggaran P2TL itu petugas yang memeriksa ke lapanagn atau ke setiap rumah pelanggan akan di laporkan ketika terjadi pelanggaran P2TL, dan setiap pelanggaran itu akan menjadi bukti awal bagi kami,”ungkapnya.

Share on Google Plus

About Dadi Supriadi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment