Pemberantasan Korupsi Masuk Kurikulum IPDN

Jatinangor. KORSUM.NET - Rektor IPDN Prof. Dr. H. Murtir Jeddawi menyebut, korupsi itu menderita sehingga pemberantasan korupsi masuk dalam kurikulum IPDN. Sebab kata dia, fungsi ASN diantaranya meningkatkan pelayanan masyarakat sehingga rekrutmen ASN harus memiliki komitmen untuk tidak melakukan korupsi.

Hal itu diutarakan rektor kepada wartawan usai acara pelantikan 744 praja di kampus IPDN, selasa (6/8). Ke 744 praja nantinya akan diangkat ASN dan ditempatkan ke berbagai daerah di Indonesia. "Bahkan sejak 2015, penerimaan calon praja diawasi KPK," katanya.

Mata kuliahnya tentang pemberantasan korupsi termasuk UU-nya. Sedangkan lanjut dia, prakteknya para siswa sering dibawa ke Pengadilan untuk melihat proses sidang tindak pidana korupsi.

Di IPDN diajarkan bahwa korupsi itu menderita sehingga siswa sering dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan (LP). Bahkan dimata kuliah itu menekankan bahwa perbuatan korupsi itu harus dihindari.

Disinggung soal pelantikan?, Rektor mengatakan, saat ini para praja yang sudah dilantik bersiap pulang ke tempat asal, termasuk proses pengangkatan ke CPNS yang akan ditempatkan oleh Kepegawaian Biro Kementrian Dalam Negeri menempatkan diluar daerah asal.

"Misalnya asal Jawa Barat, maka penempatannya bukan di Jawa Barat lagi. kemungkinan ditempatkan paling jauh atau di pedalaman untuk membentuk wawasan Nusantara sesuai harapan Presiden," tuturnya.
Share on Google Plus

About Iyep Saefudin

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 comments:

Post a Comment