Serius Perbaiki Pengawasan Pemilu Bawaslu Sumedang, Lakukan Refleksi Pemilu 2019

CIMALAKA, KORSUM.NET - Sebagai bahan perbaikan dalam melakukan pengawasan pada Pemilu yang akan datang. Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sumedang, melakukan kegiatan refleksi tahapan Pemilu 2019, yang dilaksanakan di Hotel Hanjuang Hegar Cimalaka, Jumat (23/8).

Kegiatan refleksi tersebut diikuti oleh sejumlah stakeholder, Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), Partai Politik, Mahasiswa dan Unsur Media. Kegiatan refleksi diselenggarakan dalam upaya mengevaluasi kegiatan pengawasan selama proses Pemilu 2019 lalu.

Hal tersebut disampaikan Divisi Pengawasan, Humas dan Hubungan Antar Lembaga pada Bawaslu Sumedang Haidar Ustman bahwa, kegiatan refleksi tahapan Pemilu ini penting kami lakukan, sebagai bahan perbaikan kami dalam melakukan pengawasan pada Pemilu yang akan datang.

"Pada refleksi pemilu ini, semua stakeholder yang terlibat dalam berbagai proses atau tahapan Pemilu 2019 kemarin, dapat memberikan masukan serta saran terkait berbagai kelemahan atau kekurangan Bawaslu selama melakukan pengawasan Pemilu 2019," ujarnya disela kegiatan refleksi Pemilu 2019.

Lebih lanjut Haidar mengatakan, masukan-masukan dari semua unsur yang hadir di sini, baik itu Ormas, OKP, ataupun lembaga-lembaga terkait lainnya, nanti akan dijadikan sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan kinerja Bawaslu di kemudian hari.

"Jika dilihat dari angka partisipasi yang mencapai 80 persen, sebenarnya ini prestasi semua, baik Komisi Pemilihan Umum (KPU), termasuk upaya pengawasan DPT, dan semua stakeholder, termasuk masyarakat. Akan tetapi guna membuat pemilu kedepan lebih baik lagi, tentunya kita harus meminta masukan dari seluruh unsur yang terlibat pada Pemilu 2019 kemarin," tandasnya

Hal senada, diungkapkan oleh Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Sumedang, Ade Sunarya bahwa, kegiatan refleksi atau renungan seperti ini memang penting untuk dilakukan. Sebab bagaimanapun juga, dalam pelaksanaan pengawasan Pemilu kemarin, tentu masih banyak kekurangan dan kelemahan yang harus diperbaiki.

Salah satu kelemahan ini, diantaranya terkait masalah Sumber Daya Manusia (SDM). Dimana dari sebanyak 4.082 SDM yang dimiliki Bawaslu Sumedang, dari mulai tingkatan kabupaten sampai di TPS, memang masih ada kelemahan.

Terutama petugas pengawasan di tingkatan kecamatan sampai di TPS, sejauh ini mereka masih ada kekurangan dalam hal penindakan pelanggaran Pemilu.

"Dari sisi pengawasan, SDM yang kita miliki masih ada kekurangan dan kelemahan, terutama dalam hal penindakan pelanggarannya," terangnya.

Lemahnya pengawasan ini, sambung Ade, terjadi pula akibat kurangnya partisipasi masyarakat dalam melakukan pengawasan dan penindakan pelanggaran Pemilu.

"Cotohnya, ada beberapa pelanggaran yang diadukan ke Bawaslu tapi masyarakatnya tidak mau menjadi pelapor. Bahkan masyarakat juga tidak mau dijadikan saksi dalam perkara pelanggaran yang diadukan tersebut," ujarnya.

Untuk itu, berbagai kekurangan dan kelemahan tersebut, tentu harus direfleksi atau direnungi sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan pada Pelaksanaan Pemilu yang akan datang. **

Posting Komentar

0 Komentar