Tak Terima Temannya Dikeluarkan, Ratusan Siswa SMAN 1 Sumedang Mogok Belajar

KOTA, KORSUM.NET - Tidak terima salah satu temannya dikeluarkan akibat perkelahian, ratusan siswa di SMAN 1 Sumedang melakukan mogok belajar.

Menurut Erwin salah satu siswa Kelas XII IPS 1 mengatakan, bahwa aksi tersebut merupakan aksi solidaritas dari para siswa yang menyayangkan keputusan pihak sekolah karena mengeluarkan temannya atas nama Fadil.

"Jadi fadil itu dikeluarkan karena, karena waktu hari Jumat (2/8), fadil baku hantam dengan Restu siswa Kelas XII IPS 1. Aksi fadil tersebut dilakukan karena Restu dinilai ingin berkuasa di komunitas Smansa Bersatu (Saber) yang ada di SMA 1, dan anak anak disini sebenarnya kurang suka dengan Restu. Hanya saja dari semua teman teman yang ada, hanya Fadil yang berani menentang Restu, sehingga terjadi baku hantam," terang Erwin

Lebih lanjut Erwin mengatakan, akibat dari baku hantam tersebut, berbuntut dikeluarkannya Fadil oleh pihak sekolah.

"Aksi pemukulan oleh fadil sebenarnya bukan aksi dendam atau benci, melainkan untuk memberi efek jera terhadap restu. Karena kami disini kurang nyaman dengan prilaku restu. Cuman karena waktu itu pihak kepolisian hanya menanyakan ke salah satu pihak. Sehingga dalam berita seolah olah fadil yang bersalah," ujarnya

Edwin juga mengatakan, dengan aksi ini kami ingin fadil tidak dikeluarkan dari sekolah dan berharap aspirasi kami ini didengar oleh Wakasek Kesiswaan dan Kepala Sekolah.

"Jadi kita ingin fadil bisa masuk lagi sekolah, karena tujuan fadil melakukan pemukulan itu karena ingin membuat para siswa nyaman di sekolah. Kalau memang fadil katanya dirumahkan sambil menunggu sekolah baru, kenapa dilarang untuk sekolah. Jadi keputusan sekolah ini banyak kejanggalan," tandasnya

Sementara itu ketika dikonfirmasi akan adanya aksi mogok belajar tersebut, Kepala Sekolah SMAN 1 Sumedang Dadang Kusmara didampingi Wakasek Kesiswaan M Gofur mengatakan, pihak sekolah akan memberitahukan sebenarnya yang terjadi terhadap siswa yang melakukan aksi mogok belajar.

"Anak anak tidak faham permasalahannya seperti apa dan mereka juga tidak bahwa permasalahannya sudah kita sampaikan dengan orang tua mereka," ujarnya

Sementara terkait perkelahian antara Fadil dengan Restu, lanjutnya, itu semuanya sudah diselesaikan dengan kedua belah pihak yang dihadiri oleh kedua orang tua siswa yang terlibat perkelahian.

"Sebenarnya masih mending sanksinya hanya dikeluarkan. Coba kalau sampai dilaporkan kepihak kepolisian. Semua itu sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Dan sebenarnya untuk fadil kita rumahkan sementara ini sambil menunggu sekolah lain yang bersedia menampungnya, karena saat ini kita sedang carikan sekolah untuk fadil," tandasnya
Share on Google Plus

About Acep Sandi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

3 comments:

  1. Banyak salahnya tuh berita. Orang Erwin itu XII IPS 3 sekelas juga sama Restu. Makanya pa kalo bikin berita tuh harus jelas harus bener jangan asal asalan

    ReplyDelete
  2. Sy alumni SMAN Smd yg skrng jd Sman 1 Smd, trt prihatin dgn yg tjd. Selaku pendidik, Kepsek dn jajarannya mestinya lbh bjk dlm mengambil sikap. Kalo mndngr aksi solidaritas ade2 yg mogok, mestinya Fadil tdk bs dihkm sendiri. Cblah para pendidik itu lbh mengedepankan kebijaksanaan dlm mngmbl keputusan, jgn ada unsur arogansi aplg thd siswa didiknya. Anda bilang para siswa ga ngerti masalahnya. Apa ga kebalik nih.

    ReplyDelete
  3. Cobi cep Restu putra saha.... teras Jang Fadil putra saha.... 😁, pasti jelas....

    ReplyDelete