RISYANA (Kepala Bidang Angkutan pada Dishub Sumedang )
SUMEDANG, KORSUM.NET - Guna menekan angka kecelakaan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sumedang melarang  pelajar tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan  (SMA)/Sederajat untuk tidak membawa kendaraan saat ke sekolah.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Bidang Angkutan pada Dishub Sumedang Risyana bahwa, pihaknya dalam waktu dekat akan membuat surat edaran untuk larangan tersebut.

"Nantinya surat edaran tersebut akan disampaikan ke pihak sekolah dalam waktu dekat. Agar siswa, yang belum memiliki SIM dilarang membawa kendaraan pribadi ke sekolah," ujarnya saat dikonfirmasi KORAN SUMEDANG diruang kerjanya, Kamis (1/8/).

Adapun tujuan diterbitkannya surat edaran larangan tersebut, lanjut Risyana, yaitu untuk menekan angka kecelakaan ditingkat pelajar.

"Nantinya setelah surat edaran tersebut diberikan ke sekolah, akan ditindaklanjuti dengan sosialisasi ke sekolah-sekolah, dan akan bekerjasama dengan Polres Sumedang serta Dinas Pendidikan (Disdik)," ucapnya.

Selain itu juga guna memperkuat larangan tersebut, tambah Risyana, Dishub akan membuat payung hukum atau membuat Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Sumedang untuk larangan bagi para pelajar/siswa yang tidak memiliki SIM untuk tidak memakai kendaraan saat sekolah.

"Dalam waktu dekat kita akan segera membuat Perda tersebut, sebagai bentuk keseriusan Pemkab dalam menekan angka kecelakaan," tegasnya.

Ketika disinggung mengenai ketersediaan angkutan umum bagi para pelajar, Risyana menyebutkan, pihaknya akan mengkaji lebih lanjut.

"Kami akan kaji lebih lanjut, seberapa penting adanya transportasi massal untuk para pelajar. Akan tetapi yang paling memungkinkan, yaitu adanya perubahan rute angkutan yang akan disesuaikan dengan zonasi sekolah. Karena tidak dipungkiri kalau pelajar paling dominan menggunakan jasa angkutan umum," tandasnya.** [Acep Shandy].