Tingkat Kesadaran Masyarakat Rendah, Target PAD Pengujian Kendaraan Sulit Tercapai

KOTA, KORSUM.NET-Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari hasil Pengujian Kendaraan Bermotor pada tahun 2019 ini dimungkinkan sulit tercapai. Hal tersebut disebabkan tingkat kesadaran masyarakat Sumedang untuk melakukan uji kendaraan (angkutan umum dan angkutan barang) dinilai masih rendah.

Itu terbukti dengan hasil capaian target PAD dari UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor pada Dinas Perhubungan Kabupaten Sumedang, yang hingga saat ini baru mencapai 51.56 persen atau baru sekitar Rp 433.367.000 dari total target Rp 840.574.200.

"Jika melihat situasi sekarang ini, dimana animo para pemilik angkutan umum dan barang di Sumedang untuk menguji kendaraannya masih rendah. Kami merasa pesimis target bisa tercapai," ujar Kepala UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor, Sule Sulaeman, Senin (22/08).

Adapun uji kendaraan bagi angkutan umum dan angkutan barang, sambung Sule, itu merupakan satu kewajiban dan sudah diamanatkan dalam undang-undang. Selain itu dengan dilakukannya pengujian, bisa diketahui  kelayakan kendaraan/angkutan tersebut layak atau tidaknya beroprasi.

"Kendaraan itu wajib diuji, untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan kendaraan saat dioprasikan," terang Sule.

Sementara mengenai turunnya tingkat kesadaran masyarakat saat ini, lanjutnya lagi, yaitu sejak upaya penindakan (rajia) di jalanan oleh Dinas Perhubungan dihentikan. Mulai dari situ tingkat kesadaran pemilik angkutan umum dan barang, untuk melakukan uji kendaraannya saat ini terus menurun.

"Waktu masih rajia masih dilakukan, antusias pemilik kendaraan untuk melakukan uji KIR masih bagus. Itu karena mereka takut kena tilang. Akan tetapi sejak rajia itu diberhentikan, minat warga untuk melakukan uji kendaraannya terus menurun," jelasnya

Pada tahun 2018 lalu, dari 8.000 angkutan umum dan barang yang seharusnya melakukan uji kelaikan, hanya sekitar 6.800 kendaraan saja yang patuh, atau melakukan uji kendaraannya. Sehingga sebanyak 1.200 kendaraan lainnya berarti tidak melakukan pengujian kendaraan atau perpanjangan KIR.

Sule menambahkan, salah satu solusi untuk mengatasi hal tersebut, yaitu dengan jemput bola. Atau mendatangi langsung pemilik kendaraan, dan untuk itu Dishub Kabupaten Sumedang harus mempunyai Mobil Uji Keliling. Dan rencananya pada tahun 2020 rencana pengadaan mobil uji keliling baru akan dianggarkan.

"Mudah mudahan saja pada tahun 2020 bisa terealisasi. Dan kalau Mobil Uji Keliling itu terealisasi, saya bisa menjamin semua kendaraan angkutan di Kabupaten Sumedang akan layak jalan. Selain itu untuk target juga bisa terus ditingkatkan. Kalau sekarang kan targetnya Rp 840.574.200, tapi kalau sudah ada mobil uji keliling, saya sanggup diatas Rp. 1 Miliar," tandasnya **

Posting Komentar

0 Komentar