SUMEDANG, KORSUM.NET - Dihari Statistik Nasional yang jatuh pada 26 September 2019 Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumedang menggelar Sosialisasi Sensus Penduduk (SP) 2020.

Berbagai kegiatan digelar seperti jalan sehat, futsal, tenis meja, karaoke dan berbagai perlombaan lainnya yang diikuti oleh unsur pegawai BPS, Darma Wanita dan mitra BPS pada Jumat (27/9/2019)  di Wana Wisata Gunung Kunci.

Kepala BPS Sumedang Ferry Wibawanto, SE., MA mengatakan kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Statistik Nasional dan Sosialisasi Sensus Penduduk (DP) tahun 2020.

"Dipilih tanggal 26 September dikarenakan pada tanggal tersebut diundangkannya UU No. 7 tahun 1960 tentang Statistik, sebagai pengganti Statistiek Ordonnantie 1934 yang merupakan warisan Kolonial" jelasnya

Masih menurut Ferry, kelahiran Undang-Undang tersebut merupakan peristiwa yang fenomenal bagi insan Statistik, karena sebagai tonggak awal perkembangan statistik di Indonesia pasca kemerdekaan 1945.

Ferry menambahkan berselang setahun sejak penetapan HSN, Presiden atas persetujuan DPR berhasil mengesahkan UU Statistik baru, yaitu UU No 16 tahun 1997, sebagai pengganti UU No. 6 tahun tahun 1960 tentang sensus dan UU No. 7 tahun 1960 tentang Statistik, dikarenakan sudah tidak sesuai an tidak menampung berbagai perkembangan keadaan, tuntutan masyarakat dan kebutuhan pembangunan.

Ditempat yang sama Cecep Muhram Mubarak, SE.,M.Si Kepala Seksi Statistik Sosial mengatakan  selain memperingati Hari Statiatik Nasional juga dalam rangka sosialiasi Sensus Penduduk tahun 2020.

"Untuk Sensus Penduduk (SP) sendiri akan dilakukan dengan dua metode, yaitu pada bulan Februari sampai Maret dilakukan secara online, dimana masyarakat mengupdate sendiri data kependudukannya. Dan pada bulan Juli akan dilakukan wawancara ke lapangan". Jelasnya.

Cecep menargetkan untuk metode online yang menggunakan aplikasi ini mendapatkan data penduduk sekitar 30 persen.

"Dipastikan tidak semua masyarakat bisa memakai sistem aplikasi pendataan online, dan ini merupakan tantangan bagi kami, sehingga masyarakat bisa mengupdate data sendiri dengan target 30 persen, sisa nya akan dilakukan wawancara kelapangan" tambah Cecep.

"Sensus Penduduk dengan metode lebih modern ini yang digabung dengan wawancara, diharapkan sebelum sensus wawancara masyarakat memperbaiki data,  perkiraan hanya 30 persen mengisi kemudian data akan di verifikasi di print, dan hasilnya dibawa ke lapangan". Tambahnya.

Kepala Seksi Integrasi Pelayanan Diseminasi Statistik (IPDS) Mochamad Ilham, S.ST., MM, mengatakan pada momen memperingati Hari Statistik Nasional tanggal 26 September 2019 juga digunakan sebagai ajang Sosialisasi SP 2020.

"Diharapkan masyarakat mengetahui bahwa pada tahun 2020 akan diadakan sensus penduduk dengan tujuan untuk mendapatkan data penduduk Indonesia yang up to date, akurat dan akuntabel, sesuai dengan Perpres 39 tahun 2019 tentang satu data Indonesia" ujar Ilham.**