Dinas Perkimtan Gelar Sosialisasi SLF

Kota, KORSUM.NET-Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Kabupaten Sumedang hari ini, Kamis (5/9) selenggarakan Sosialisasi SLF di Asia Plaza. Yang mana SLF tersebut adalah Sertifikat Laik Fungsi pada bangunan gedung. Sertifikat yang diterbitkan oleh Pemerintah Daerah kecuali untuk Bangunan Gedung (BG)  fungsi khusus oleh Pemerintah untuk menyatakan kelaikan fungsi suatu bangunan gedung baik secara administratif maupun teknis, sebelum pemanfaatannya.
   
"Dasar hukum penerbitan SLF pada PP no. 36/2005 tentang aturan pelaksanaan UU BG, pada pasal 71 ayat (1) Pemda menerbitkan SLF terhadap BG memenuhi syarat teknis untuk dapat dimanfaatkan. Pasal 71 ayat (3) ialah masa berlaku SLF:20 tahun untuk rumah tunggal dan deret, lima tahun untuk gedung lainnya, SLF diberikan atas permintaan pemilik BG untuk sebagian atau seluruh BG sesuai hasil pemeriksaan kelaikan fungsi BG,"jelas Kepala Bidang Tata Bangunan Pada Dinas Perkimtan Budiyana Sentosa saat dikonfirmasi media ini melalui Kepala Seksi Perencanaan pada Bidang Tata Bangunan Tedi Turmudi.
   
Dikatakan Tedi, didalam Permen PUPR No.19/PRT/M/2018 tentang IMB dan SLF BG mrlalui Pelayanan perijinan berusaha terintegrasi secara elektronik, serta Permen No.27/PRT/M/2018 tentang SLF.
   
"Dasar hukum penerbitan SLF didalam Perda Kabupaten Sumedang No.15/2011 tentang bangunan gedung. Pasal 78 ayat (4) berbunyi pemeriksaan kelaikan fungsi bangunan gedung sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) meliputi pemeriksaan kesesuaian fungsi, persyaratan tata bangunan, keselamatan, Kesehatan, kenyamanan, dan kemudahaan terjadap IMB gedung yang telah diberikan, selanjutnya pasal 79 ayat (1) Pemerintah Daerah menerbitkan SLF terhadap bangunan gedung yang telah selesai dibangun, dan telah memenuhi persyaratan kelaikan fungsi berdasarkan hasil pemeriksa kalaikan fungsi BG dan pasal 71 ayat (3) SLF BG diberikan atas dasar permintaan pemilik untuk seluruh atau sebagian bangunan gedung sesuai dengan hasil pemeriksaan kelaikan fungsi BG,"ujarnya.
   
Dikatakan Tedi, persoalan penyelenggaraan BG tidak memenuhi parsyaratan keselamatan, penyebabnya kualitas udara yang buruk, ventilasi dan pencahayaan yang tidak memadai, bahan kimia dalam gedung serta tata letak peralatan elektronik dan penghasil radiasi elektromagnetik.
   
"Banyak bangunan yang tidak terawat dan terpelihara dengan baik sehingga melahirkan Sick Building Syndrome dengan gejala sakit kepala, Sulit berkonsentrasi, mudah lelah, dan batuk saat bekerja dalam ruangan, pada intinya Sosialisasi SLF ini melaksanakan perintah Undang undang No.28 tahun 2002 dan Permen PUPR No.27/PRT/M/2018 serta PP No. 36/2005 dan Perda No 15/2011,"pungkasnya.

Posting Komentar

0 Komentar