KOTA, KORSUM.NET-Program gerakan generasi cerdas eksotik (Ekspresif, Shaleh, Beretika) yang Launching pada  Sabtu (31/9/2019) lalu dan  bertepatan dengan 1 Muharram 1441 Hijriah secara bertahap telah dilakukan sebagian besar sekolah di Kabupaten Sumedang menuju Sumedang Simpati 2023.

PLT Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumedang Dian Sukmara didampingi Kabid Sapras Eka Ganjar menjelaskan, program tersebut dalam  rangka ikut  serta mewujudkan  program Bupati Sumedang.

"Disdik sebagai leading sector  bidang pendidikan mengharapkan terwujudnya Masyarakat Sumedang yang Sejahtera, Agamis, Maju, Profesional, dan Kreatif (SIMPATI) pada tahun 2023. Sejahtera Masyarakatnya, Agamis Akhlaqnya, Maju Daerahnya, Profesional Aparaturnya dan Kreatif Ekonominya," Jelasnya Jum'at (6/9/2019).

Dian Sukmara,  mengungkapkan, Disdik Sumedang sangat mendukung program Sumedang Simpati karena sejalan pula dengan beberapa program peningkatan mutu pendidikan yang digulirkan pemerintah kabupaten menuju Sumedang Cerdas.

"Ada  9 point dalam program  gerakan generasi cerdas eksotik yakni, masuk  kelas dalam keadaan suci, bagi yang  beragama islam non muslim menyesuaikan,  siswa  muslim membaca Al-quran satu hari  satu  halaman, berbicara santun dan  hormat kepada  semua  orang, membiasakan membawa dan  memakai  tempat makanan  dari  bahan yang  aman dan  natural, setiap  hari  membawa air putih untuk minum dan menciptakan lingkungan tanpa  sampah  plastik, menyelenggarakan Jumat  ceria setiap  bulan, menampilkan apresiasi karya seni  berbasis keaeifan  lokal secara  berkala,  menyelenggarakan parenting  class secara  berkala," jelasnya

Ia juga mengaku, untuk mengoptimalkan gerakan generasi cerdas, eksotik pihaknya siap untuk berkolaborasi dengan stakeholder lainnya agar dapat menumbuhkan kemampuan serta menggali talenta peserta didik maupun guru.

‘’Saya berharap tim literasi sekolah dapat mengembangkan gerakan itu lebih luas lewat berkolaborasi dengan sejumlah stakeholder,’’ jelasnya

Sementara itu, Ketua KKKS Cibugel Dede Yasin Jamahsari mengaku, sangat mendukung program tersebut dan akan menjadikan gerakan itu sebagai kultur di sekolah. ‘’Gerakan generasi cerdas eksotik masih kami sosialisasikan kepada guru-guru,’’ katanya.**