Kota, KORSUM.NET - Pasca viralnya berita SDN Cijolang Kecamatan Tanjungsari  Sumedang yang posisi nya sangat memprihatinkan karena terkepung pembangunan jalan tol Cisumdawu sehingga posisinya terjepit  dari sisi kiri dan kanan serta belakang bangunan sekolah oleh galian tanah yang cukup tinggi layaknya jurang yang membuat ngeri  orang yang melihatnya, menanggapi permasalahan tersebut DPRD Kabupaten Sumedang menggelar Rapat Kerja bersama dinas dan instansi terkait pada Senin (16/9) di Ruang rapat Gedung DPRD Sumedang.

"Hari ini sesuai informasi yang sudah saya sampaikan, DPRD menggelar rapat kerja dengan mengundang  Dinas Pendidikan, Bagian Hukum Setda, satker kementrian PUPR dalam hal ini PPK lahan tol Cisumdawu beserta Badan Usasa Jalan TOL /BUJT dalam hal ini Cipta Karya Jabar Tol (CKJT)". Kata Rahmat Juliadi Anggota DRD Kabupaten Sumedang dari Fraksi PKS.

Dalam rapat kerja tersebut  tambah Rahmat. disampaikan oleh Dinas Pendidikan bahwa, kondisi  Bangunan ruang kelas SDN Cijolang masih layak untuk digunakan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, adapun untuk keamanan siswa  dan guru serta antisipasi ancaman bahaya dari lingkungan sekitar dilakukan langkah-langkah berkoordinasi dengan Pihak PT Adhikarya yang telah memberikan bantuan pemagaran dilingkungan sekolah dan memberikan bantuan masker untuk siswa dan guru.

"Untuk mengantisipasi keamanan sekolah dimusim penghujan, Dinas Pendidikan telah berkoordinasi dengan Satker Tol Cisumdawu dan PT Adhikarya, selanjutnya pihak Satker dan PT Adhikarya bersedia membantu untuk menjaga keamanan sekolah pada saat memasuki musim penghujan. Sehingga proses kegiatan belajar mengajar tetap bisa berjalan sebagaimana mestinya". Tambahnya.

Rahmat mengatakan bahwa, menurut Kabag Hukum Setda, SDN Cijolang Kec. Tanjungsari dibangun di atas tanah wakaf dengan nadzhir wakaf Ibu Yeyet kepala SDN Cijolang saat itu, dimana Sampai saat ini SDN Cijolang belum dilakukan pembebasan oleh pihak Satker Tol Cisumdawu karena terkait dengan status lahan masih dalam sengketa yaitu ada gugatan dari ahli waris.

"Gugatan ahli waris di tolak oleh pengadilan tingkat pertama, akan tetapi Ahli waris melakukan upaya hukum banding ke pengadilan tinggi dan gugatan ahli waris dimenangkan oleh pengadilan tinggi, selanjutnya Pemda Sumedang melakukan kasasi ke Mahkamah Agung dan hasilnya MA memenangkan upaya kasasi yg dilakukan pemda. Sehingga saat ini sudah ada kepusan yang berkekuatan hukum tetap atau “incraht”. Jelasnya.

Proses pembayaran ganti rugi dari pembebasan lahan SDN Cijolang masih memerlukan tahapan prosedur yang memerlukan waktu, akan tetapi DPRD dan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang pada Tahun Anggaran 2019 telah menganggarkan untuk pengadaan lahan SDN Cijolang, dan sekarang sudah masuk pada tahap kesepakatan harga. Diharapkan proses pengadaan lahan selesai pada bulan Oktober 2019.

"Setelah proses pengadaan lahan SD Cijolang selesai, tahap selanjutnya membuat usulan dari Pemerintah Daerah Kab. Sumedang kepada Kementerian PUPR melalui Dirjen Bina Marga perihal permohonan pembangunan SDN Cijolang Kec. Tanjungsari". Jelasnya.

Pada kesempatan tersebut pihak satker menjelaskan bahwa kementrian PUPR melalui Badan Pengatur Jalan Tol telah menunjuk Badan Usaha Jalan Tol dalam hal ini Cipta Karya Jabar Tol (CKJT) sebagai pelaksana penyedia bangunan pengganti untuk SDN Cijolang Kecamatan Tanjungsari.

"CKJT menyampaikan bahwa mereka siap untuk membangun gedung baru SDN Cijolang setelah dipastikan lahan penggantinya sudah tersedia, serta semua tahapan prosedur dari mulai usulan DED serta RAB nya sudah diusulkan oleh Dinas Pendidikan Sumedang dan telah di Approve oleh dinas perkim. Sehingga pihak CKJT bisa memasukkannya sebagai bagian investasi yn diusulkan kepada kementrian PUPR". Ucap Rahmat.

"Dari penjelasan yg disampaikan oleh Disdik Sumedang dan CKJT diperkirakan proses pembangunan gedung baru SDN Cijolang masih harus melalui tahapan prosedur yg membutuhkan waktu yg panjang, sehingga belum bisa dipastikan kapan bangunan pengganti itu bisa terwujud, apakah di awal 2020, pertengahan tahun 2020 atau mungkin di akhir 2020. Sedangkan kondisi saat ini lokasi SDN cijolang ini sudah sangat mengkhawatirkan keselamatan siswa, apalagi menjelang musim penghujan.
DPRD Kabupaten Sumedang, meminta Saudara Bupati untuk segera mencari solusi terbaik untuk masalah tersebut". Kata Rahmat Juliadi, anggota DPRD dapil 6 yang termasuk lokasi SD Cijolang itu.

Politisi PKS ini menyampaikan beberapa catatan yang harus segera ditindak lanjuti yaitu, pertama, segera melakukan kajian yg komprehensip bersama satker tol Cisumdawu apakah kondisi SDN Cijolang ini masih layak untuk dipakai kegiatan belajar mengajar dengan aman sampai bangunan pengganti selesai dibangun.

Kedua, dapat memastikan dan menjamin keamanan serta keselamatan bagi siswa dan guru dengan memberikan tambahan pengamanan yang memadai terutama menjelang musim penghujan, apabila hasil kajian SDN Cijolang masih layak digunakan sampai bangunan pengganti selesai dibangun

Ketiga, segera menyiapkan untuk alternatif  solusi untuk memindahkan kegiatan belajar mengajar di SDN Cijolang ke tempat yang lebih aman dan kondusif seperti sekolah terdekat (karena  di sekitar SDN Cijolang ada MI dan SD Sukasari) dengan sistem shift pagi dan siang

Empat, menginventarisari semua sekolah sekolah lainnya selain SDN Cijolang yang terkena dampak jalan Tol Cisumdawu. Karena menurut catatan DPRD setidaknya ada tiga sekolah lagi yang terdampak tol Cisumdawu yang harus segera mendapatkan penanganan yaitu SD Sukamulya Kec. Sumedang utara, SD. Sukawening Kec. Sumedang utara, dan SD Sukarelang 1 Kecamatan Cimalaka.

"Terakhir, supaya SKPD terkait dalam hal ini Dinas Pendidikan, Dinas Perkim untuk melakukan koordinasi dengan baik dengan satker tol Cisumdawu dan BUJT nya dalam hal ini CKJT untuk segera mempercepat proses tahapan dari mulai pembebasan lahan pengganti yang sudah teranggarkan di APBD 2019, pembuatan DED dan RAB untuk segera di usulkan ke mentrian PUPR melalui CKJT supaya bagunan pengganti SDN Cijolang segera terwujud". Pungkasnya